Bahan Bakar Minyak

Mobil Mewah, Mobil Dinas TNI/Polri serta BUMN Dilarang Beli Pertalite, Berikut Penjelasan BPH Migas

mobil mewah, mobil dina bakal dilarang pakai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, ini kata BBadan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

Editor: Irfani Rahman
otodriver.com
Ilustrasi Pertalite, mobil mewah dan mobil dinas bakal dilarang beli Pertalite? simak penjelasanya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam waktu dekat mobil mewah, mobil dinas TNI/Polri serta BUMN dilarang mengkonsumi Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertalite atau Ron 90.

Pasalnya Pertalite saat ini masih dibawah harga atau mendapatkan subsidi dari Pemerintah.

Rencana pelarangan mobil mewah dan mobil dinas membeli Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ini akan diatur Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

"Pertalite ini harganya masih di bawah harga keekonomian dan pemerintah harus memberikan kompensasi dan diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Mobil mewah tentu tak diperkenankan," kata Kepala BPH Migas, Erika Retnowati saat rapat dengan Komisi VII DPR, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 9 Makanan yang Baik Untuk Menu Sarapan Pagi, Ada Telur Hingga Pisang, Berikut Alasannya

Baca juga: Spesialis Pengutil Barang di Supermarket Ditangkap, 5 Pelaku Berusia Paruh Baya, Pakai Kolor Khusus

Erika menjelaskan pihaknya tengah menyusun petunjuk teknis kriteria pembeli Pertalite, termasuk definisi kendaraan mewah yang dimaksud.

"Upaya yang kami lakukan saat ini adalah kami sedang mengusulkan untuk perubahan atau revisi atas Perpres 191 Tahun 2014. Jadi kemarin sudah disampaikan Pak Menteri (ESDM) ke Presiden untuk kemudian kami bahas dengan Setneg dan Setkab," katanya.

Erika mengatakan kategori mobil mewah itu nantinya akan merujuk pada besarnya Cubicle Centimeter (cc) mesin.

"Memang pada saat kami membahas banyak perdebatan dan kami sampai pada kesimpulan akan ditetapkan pada cc-nya. Kenapa? Kami melihat konsumsinya karena cc-nya besar maka akan mengonsumsi BBM yang banyak dan mereka itu dirancang untuk tidak konsumsi Pertalite dengan spesifikasi mesin dan bahkan lama-lama akan merusak mesin juga," ujar Erika.

Kajian soal kategori mobil mewah berdasarkan cc itu akan dilakukan dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada.

Diharapkan ketetapan soal itu bisa terbit pada Agustus atau September.

"Kami harapkan sekitar Agustus-September bisa kita launching, bisa kita lakukan uji coba ini kan masih proses penerbitan regulasi, setelah ditetapkan kita akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga itu diharapkan bisa di Agustus dan September," kata Erika.

Baca juga: Cuaca Hari Ini Jumat 17 Juni 2022, 29 Wilayah Diguyur Hujan Lebat, Termasuk Jabar, Sumsel dan Kalsel

Baca juga: Waktu Terbaik Menunaikan Shalat Dhuha, Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad serta Niat & Panduannya

Sejauh ini, kriteria pembeli BBM yang diatur dalam Perpres 191/2014 hanya untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar.

"Konsumen pengguna sekarang yang diatur hanya terkait dengan JBT Solar, tapi nanti termasuk juga JBKP. Nantinya JBKP itu tidak bisa dipakai oleh semuanya (masyarakat), akan dilakukan pengaturan juga," jelasnya.

Selain mobil mewah berdasarkan cc, Erika menyebut kendaraan dinas TNI, Polri dan BUMN juga akan dilarang membeli Pertalite. BPH Migas dikatakan akan bekerja dengan kepolisian untuk pengawasan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved