Serambi Ummah

Tiap Tahun Dapat Daging Kurban, Bagi Warga Paringin Ini Lebih Bermakna Bila Dimasak Sendiri

Bagi Nurhadi tidak sedikit pun ia terpikirkan menjual daging kurban, terlebih tidak mengetahui kalau daging yang diterima dari kurban bisa dijual.

Editor: Eka Dinayanti
ANTON KUSWOYO UNTUK BPOST GROUP
Ilustrasi pemotongan daging kurban untuk selanjutnya dibangikan kepada warga sekitar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP tahun pada saat perayaan Hari Raya Iduladha, sejumlah masyarakat melaksanakan kegiatan ibadah kurban, baik di rumah maupun di tempat ibadah.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, warga pun menerima daging kurban yang dibagikan.

Sebagaimana warga Desa Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan, Nurhadi.

Ia setiap tahun menerima daging kurban dari pelaksana ibadah qurban, baik itu dari masjid ataupun yang mandiri.

Biasanya Nurhadi menerima tiga bungkus daging dari tempat yang berbeda.

Didapatnya daging tersebut membuat Nurhadi dan keluarga bersyukur.

Bahkan biasanya anak dan istrinya antusias untuk mengolah daging agar bisa dikonsumsi bersama keluarga.

Bagi Nurhadi tidak sedikit pun ia terpikirkan untuk menjual daging tersebut.

Terlebih ia sendiri tidak mengetahui kalau daging yang diterima dari kurban bisa dijual.

Meski begitu, menurutnya tidak menjadi masalah apabila ada warga penerima daging kurban yang menjual daging.

Mengingat apabila sudah diterima, maka akan menjadi hak bagi yang bersangkutan.

“Saya secara pribadi memanfaatkan daging kurban untuk konsumsi sendiri. Tapi kalau ada yang menjual juga tidak masalah,” ucapnya.

Sepengetahuan Nurhadi juga tidak ada larangan untuk menjual daging kurban yang sudah diterima.

Lain halnya cara tersebut dilakukan oleh orang yang berkurban yang seharusnya daging dibagikan bagi warga tidak mampu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved