Berita Tanahlaut

Disnakerind Tala Dorong Pekerja Informal Ikut BPJS Ketenagakejaan, Ribuan Nelayan Belum Tersentuh

Disnakerind Tanahlaut mendorong kalangan pekerja informal untuk ambil bagian pada kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
KEPALA Disnakerind Tala Masturi (kiri) berbincang dengan pimpinan PT Dharma Henwa membahas peran perusahaan dalam kepesertaan pekerja informal di sekitar perusahaan, April 2022 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini sedang mendorong kalangan pekerja informal untuk ambil bagian pada kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Merujuk data pada Disnakerind Tala, Minggu (19/6/2022), masih cukup banyak pekerja informal di daerah ini yang belum mengikuti program tersebut. Di sektor perikanan/kelautan misalnya, ribuan nelayan belum tersentuh.

"Sementara ini baru sekitar 300 orang nelayan yang sudah ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri," sebut Kepala Disnakerind Tala Masturi.

Ia menyebutkan data yang diperoleh pada Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan (DKPP) Tala, jumlah nelayan di Tala sekitar 11 ribu. Ini mencakup nelayan tangkap maupun nelayan budidaya.

Baca juga: Tingkatkan Gerakan Anti Korupsi, BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Hal ini ke Peserta

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Jamin Pemasangan Protese Tangan Robotik Pekerja

Masturi mengatakan kalangan nelayan paling rentan pada kelompok pekerja informal. Pasalnya mereka kerap mengarungi perairan laut lepas yang tak menentu, sewaktu-waktu bisa terjadi gelombang besar atau cuaca ekstrem.

Karena itu pihaknya terus berupaya mendorong para pekerja informal agar secara sadar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu ketika terjadi musibah saat bekerja maka akan mendapatkan manfaat perlindungan pembiayaan.

Pekerja informal lainnya yang juga penting mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, sebut Masturi, yaitu kalangan guru honor. Termasuk aparatur desa. 

Guna membuka wawasan dan pemahaman mengenai pentingnya kepesertaan pada program tersebut, pihaknya bersama pihak terkait berupaya mengintensifkan sosialisasi.

Selain itu juga sedang direncanakan untuk menjadikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai persyaratan untuk mengakses program-program pemerintah.

"Ini belajar dari pengalaman vaksinasi covid-19. Ini masih berupa rencana," tandas Masturi.

Baca juga: Kucurkan Rp 950 Juta, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Korban Alfamart Ambruk di Kalsel

Di sisi lain, Disnakerind Tala juga mengharapkan kalangan perusahaan merangkul para pekerja informal di sekitar perusahaan masing-masing untuk mengikutkan pada program BPJS Ketenagakerjaan.

Setidaknya sebagai support awal misal selama setahun dan selanjutnya diteruskan secara mandiri.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved