Berita Kabupaten Banjar

Bebas Penyakit Mulut dan Kuku, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Uji Lab Sampel 5 Sapi

Dari temuan 8 ekor sapi yang diduga terindikasi PMK di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, hanya 5 ekor yang diambil sampelnya oleh petugas

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Petugas kesehatan hewan sedang memeriksa kebersihan kandang ternak, untuk antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). sedang menguji sampel sapi bergejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dari temuan 8 ekor sapi yang diduga terindikasi PMK di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, hanya 5 ekor yang diambil sampelnya oleh petugas kesehatan hewan untuk diuji laboratorium.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Dondit Bekti Agustiono, berharap hasil sampel uji hewan kurban itu tidak positif Penyakit Mulut dan Kuku.

Itu karena gejala yang dialami hewan ternak mirip gejala Penyakit Mulut dan Kuku, seperti liur berlebihan selama tiga hari, demam dan kurang nafsu makan.

"Untuk menyatakan suatu penyakit PMK itu harus kita laksanakan uji laboratorium terlebih dahulu," katanya dihubungi reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (20/6/2022).

Baca juga: Sepekan Ops Patuh Intan 2022 Polda Kalsel, 448 Lebih Pelanggaran Terekam e-TLE

Baca juga: VIDEO Baksos Peringati Hari Bhayangkara ke-76, Polda Kalsel Salurkan 10 Ribu Paket Sembako

Sejauh ini, Dondit Bekti Agustiono mengaku tim dari Bidang Peternakan berkeliling di setiap kandang ternak sapi di Kabupaten Banjar 

Itu untuk memastikan kesehatan hewan kurban jelang perayaan Idul Adha di Kabupaten Banjar, tahun ini agar aman dikonsumsi 

"Tim kesehatan hewan sudah berkeliling mengecek kandang hewan, pemeriksaan antemortem terkait sapi siap korban sudah dilakukan di 68 titik kumpul ternak sapi," ungkapnya.

Dondit mengaku masyarakat tidak perlu khawatir karena kesiapan hewan kurban saat ini, 1.112 ekor sapi sudah aman dan dijamin kesehatannya.

Jika diibanding, diakuinya lebih banyak tahun lalu, yaitu 1160 ekor sapi hewan kurban.

Baca juga: Calon Haji Kabupaten Hulu Sungai Utara Meninggal di Madinah, Sempat Memberi Kabar ke Keluarga

Baca juga: Jatuh Tak Sadarkan Diri, Jemaah Haji HSU Kalsel Meninggal di Madinah, Jenazah Dimakamkan di Uhud

Baca juga: Korban Arisan Online Mulai Berjatuhan di Kalsel, Akademisi Tanahlaut Ingatkan Hal Penting Ini

"Insya Allah, hewan kurban dijamin aman dan kesehatannya aman dari Penyakit Mulut dan Kuku," katanya.

Antisipasi lain, Dondit Bekti Agustiono mengatakan sejak munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) positif di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Kemudian, Dondit Bekti Agustiono mengaku ketat mengawasi lalulintas ternak yang melintas di wilayah Kabupaten Banjar.

"Setiap mobil angkutan ternak dan kandang ternak diberi disinfektan," katanya.

Harapannya, jelas Dondit Bekti Agustiono para petani rajin menyemprotkan, terutama yang prioritas itu kandang ternak yang kurang kebersihan.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved