Berita Tanahlaut

VIDEO Terindikasi Terpapar PMK, Sejumlah Sapi Gagal Masuk Pasar Hewan Kabupaten Tanahlaut

sejak munculnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tala, sapi dari luar pulau belum ada yang masuk UPT RPPH Sarangh

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemeriksaan ketat terus diberlakukan terhadap masuk keluar hewan ternak di UPT Rumah Potong dan Pasar Hewan (RPPH) Saranghalang, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pantauan di lokasi, Senin (20/6/2022) pagi menjelang siang, tiap armada pengangkut sapi yang masuk tetap wajib lebih dulu disemprot disinfektan.

Selain itu juga pemeriksaan dokumen surat keterangan kesehatan hewan terhadap sapi yang berasal dari luar Tala.

Sedangkan terhadap sapi dari luar pulau, juga harus dilengkapi surat keterangan dari Balai Karantina Pertanian Banjarbaru.

Baca juga: VIDEO Baksos Peringati Hari Bhayangkara ke-76, Polda Kalsel Salurkan 10 Ribu Paket Sembako

Namun sementara ini sejak munculnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tala, sapi dari luar pulau belum ada yang masuk.

Bahkan dari Jawa Timur belum diperkenankan masuk mengingat kasus PMK menyeruak dadi provinsi tersebut.

Selain penyemprotan desinfektan, petugas UPT RPPH Saranghalang juga mengecek kondisi fisik sapi ketika secara kasat mata tampak mirip gejala klinis PMK.

Contohnya mulut berliur berlebih atau berbusa.

Terhadap sapi berkondisi seperti itu, petugas akan langsung melakukan pengecekan lebih detail yakni membuka mulut ternak dan memeriksa kondisi di sekitar gusi dan lidah.

"Jika gusi dan lidahnya ada luka seperti sariawan berarti terindikasi PMK dan terpaksa kami minta balik kanan," ucap Kepala UPT RPPH Saranghalang Ferliansyah.

Hingga pukul 10.30 Wita setidaknya ada ima ekor sapi yang terdeteksi terindikasi terserang PMK.
Pedagang yang membawanya pun diminta balik kanan.

"Ada dari Desa Ambawang, Pantailinuh, Damit, Bajuin, Karangjawa (Pelaihari) dan dari Desa Ranggang. Masing-masing satu ekor yang terindikasi PMK," papar Ferliansyah.

Meski misalnya dari lima ekor sapi yang diangkut hanya satu yang terindikasi PMK, sebutnya, maka semuanya harus balik kanan. Langkah ini guna mencegah risiko penularan PMK.

Baca juga: VIDEO Penampakan Banjir Rob di Jalan Kelayan B Banjarmasin

Sementara itu hingga saat ini sapi dari Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari, juga tetap belum diizinkan masuk ke pasar hewan setempat.

Sekadar diketahui awal mula adanya PMK di Tala berasal dari Bumijaya.

Hingga sekarang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala masih terus meakukan penanganan terhadap sejumlah sapi di Bumijaya yang terpapar PMK.

Sebagian telah membaik dan sembuh, masih sekitar belasan ekor yang sekarang dalam proses penyembuhan.

( Banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved