Yayasan Adaro Bangun Negeri

Desa Liyu Balangan Tawarkan Pesona Alami Wisata Watu Badinding di Geopark Meratus

Wisata Watu Badinding di kawasan geosite Geopark Meratus menawarkan keindahan alami yang mempesona.

Editor: Eka Dinayanti
yayasan adaro bangun negeri
Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Terletak di Desa Liyu Kecamatan Halong Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, tempat wisata ini menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara yang membelah bebatuan kapur di sisi kiri dan kanan semakin menambah eksotik pemandangan tempat ini.

Bebatuan yang tersusun menyerupai dinding pada pinggiran sungai tersebut membuat tempat ini diberi nama Watu (Batu) Badinding.

Saat mengunjungi tempat ini akan kurang afdol ketika pengunjung tidak menyeburkan diri ke sungai, karena airnya yang menyegarkan dengan suasana hutannya yang menambah kesejukan kawasan ini.

Tak hanya itu, ketika menuju lokasi Watu Badinding, pengunjung akan merasakan sejuknya udara karena melewati hutan belantara yang lebat dengan pepohonan berdiameter besar tinggi menjulang, di beberapa titik pengunjung bisa melihat ladang dan kebun warga yang menghijau.

Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara.
Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan
hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara. (yayasan adaro bangun negeri)

Pengunjung juga akan merasakan petualangan yang memicu adrenalin, karena untuk sampai ke lokasi wisata tersebut, hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua selama kurang lebih 20 menit melewati jalan hanya selebar satu meter.

Meski kondisi jalan cukup baik, di beberapa titik jalan dilapisi lumut yang licin dan trek menanjak dan curam.

Namun tak usah khawatir, pengunjung bisa menggunakan jasa ojek pulang pergi yang telah disediakan oleh pengelola Wetu Badinding.

Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara.
Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan
hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara. (yayasan adaro bangun negeri)

Banyak juga pengunjung yang tertantang untuk berjalan kaki dengan menembus waktu kurang lebih 1,5 jam.

Sesampainya di sana pengunjung bisa sejenak beristirahat di beberapa gazebo yang sudah tersedia sambil menghirup udara segar dan ditemani suara gemericik air sungai yang mengalir tenang dan jernih.

Watu Badinding sebagai salah satu potensi wisata yang menjanjikan di Liyu tentunya terus menjadi perhatian warga dalam hal pengelolaan.

Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara.
Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan
hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara. (yayasan adaro bangun negeri)

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Liyu, Megi menerangkan, sebagai salah satu potensi peningkatan ekonomi warga desa, objek wisata ini terus dalam pembenahan.

Hal ini dilakukan secara swadaya oleh tim Pokdarwis Desa Liyu.

“Ke depannya juga akan tersedia zona camping ground beserta fasilitas lainnya,” ungkap Megi, Rabu (15/6/2022).

Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara.
Watu (Batu) Badinding Balangan menawarkan pemandangan alam khas pegunungan dengan
hutan rimbun dan aliran sungai nan jernih di tengah belantara. (yayasan adaro bangun negeri)

Pembenahan tempat wisata ini juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan festival budaya tahunan di Desa Liyu, yaitu Mesiwah Pare Gumboh 4 (MPG) yang merupakan ritual syukuran panen bersama Dayak Deah yang akan dilaksanakan pada 22-24 Juli 2022.

Dengan persiapan yang matang diharapkan saat pelaksanaan MPG 4 nanti, Liyu sebagai Desa wisata dapat menonjolkan potensi yang dimiliki baik itu keindahan alam maupun khasanah budaya yang beragam.

Selain itu juga pihaknya terus menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait mulai dari Pemerintah Kabupaten Balangan dan juga perusahaan-perusahaan yang melaksanakan kegiatan CSR seperti Adaro Group. (aol)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved