Ekonomi dan Bisnis

Harga Bawang di Kalsel Masih Tinggi, Tidak Bisa Impor karena Petani Akan Mulai Panen

Harga Bawang Berah kualitas bagus di Kalsel Rp 40 ribu yang sebelumnya Rp 28 ribu. Diperkirakan bulan depan petani mulai panen sehingga stok melimpah.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERDAGANGAN KALSEL
Pedagang bawang merah di Pasar Harum Manis, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Komoditi lain selain cabai yang kini naik adalah bawang. Di pasaran Kalimantan Selatan (Kalsle), Harga Bawang Merah naik dua kali lipat. 

Pada tingkat distributor, Harga Bawang Berah kualitas bagus Rp 40 ribu yang sebelumnya Rp 28 ribu.

Menurut Arianti, salah satu penjual bawang merah di Pasar Bauntung Banjarbaru, Kalsel, kenaikan ini sudah sejak seminggu belakangan. 

"Kabarnya, stok kurang, jadi harga bawang naik," tuturnya, Selasa (21/6/2022). 

Baca juga: Beras Banjar Diminati Pengusaha Mesir, Peluang Bagi Pengusaha Kalsel untuk Jalin Kerja Sama

Baca juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Keberangkatan 43 TKI ILegal, Dipergoki di Perkebunan Sawit

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menjelaskan, bawang merah harganya terkatrol naik karena ada faktor kendala dari daerah asal yang langka. 

"Bawang ini masalah nasioanl karena produksi di sentranya, trutama di Provinsi Jawa timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat  dan Sulawesi, suplainya juga kurang. Tapi yang sangat bermasalah sekarang adalah karena musim peceklik, terutama di sentra bawang di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, sehingga pasokan untuk bawang merah menurun," bebernya. 

Penurunannya pun sangat tajam. "Pemasok bawang yang biasanya mendatangkan 300 sampai 400 ton, sekarang hanya bisa datangkan sekitar 20 persen," imbuh dia. 

Oleh sebab itu, sambung Birhasani, banyak sekali di toko, termasuk di sentra penjualan bawang merah di Kota Banjarmasin, yakni Pasar Harum Manis, stok kosong.

Baca juga: Manajemen PTAM Bandarmasih Banjarmasin Segera Gelar RUPS Perdana

Baca juga: Kru Redaksi Lepaskan Reporter Banjarmasin Post Siti Bulkis ke  Pemakaman Umum Muslimin Barabai 

Terkait kekurangan stok bawang merah, Dinas Perdagangan Kalsel sudah menanyakan ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan dikatakan bahwa ini masalah nasional.

Kemudian, Dinas Perdagangan mengusulkan kepada Dirjen untuk impor bawang merah.

Tapi tidak bisa karena ada pertimbangan tertentu, yakni  satu bulan ke depan petani bawang merah akan panen, sehingga stok mulai tersedia kembali

Jika kemudian dipaksakan impor, pastinya akan mengakibatkan harga bawang merah akan jatuh. "Kalau harga jatuh, kasihan petani," pungkas dia. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved