Berita Banjarmasin

Covid-19 di Nasional Melonjak, Begini Kondisi di Kota Banjarmasin

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan, pastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) masih berjalan untuk cegah penyebaran Covid-19

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Pelaksanaan vaksinasi booster di halaman Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Provinsi Kaliimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alarm waspada Covid-19 kembali dibunyikan. Pasalnya, selama tujuh hari berturut-turut kasus harian Covid-19 di Indonesia meningkat melewati 1.000 kasus. 

Memburuknya situasi ini diduga karena munculnya subvarian baru Omicron, yakni BA.4 dan BA.5.

Satuan tugas penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan Surat Edaran baru, yakni Nomor 20 Tahun 2022, tentang protokol kesehatan pada pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar. Termasuk untuk di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Arti dari Kegiatan Berskala Besar adalah rangkaian aktivitas dalam acara berskala internasional ataupun nasional yang dapat mengundang secara fisik lebih dari 1.000 orang.

Pelaksanaan kegiatan berskala besar wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari menggunakan masker, jaga jarak hingga menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama melakukan aktivitas.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Kalsel Sebut Aturan Baru Hanya untuk Kegiatan 1.000 Orang

Baca juga: Sidang Lanjutan Sengketa Pasar Batuah, Kuasa Hukum Warga dan Pemko Banjarmasin Serahkan Bukti Ini

Surat Edaran ini berlaku efektif mulai Selasa (21/6/2022) sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, M Ramadhan, memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) di Kota Seribu Sungai masih berjalan.

"Kalau untuk event besar, sampai saat ini tidak ada. Tapi untuk penerapan prokes, masih berjalan. Apalagi ini sudah menjadi semacam kebiasaan masyarakat. Dan di tempat-tempat publik, hotel, mall dan sebagainya, juga masih menerapkan prokes, termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi," bebernya, Rabu (22/6).

Dia juga menerangkan bahwa angka kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin sampai sekarang ini masih relatif stabil.

"Kasus aktif saat ini masih empat. Satu dirawat di rumah sakit, dan tiga melakukan isolasi mandiri. Dan sejauh ini kita belum menemukan subvarian baru," katanya.

Baca juga: Atasi Banjir Rob, Pemko Banjarmasin Rencanakan Pasang Pintu Klep Air Otomatis

Baca juga: Lagi-lagi Kerusakan di Jembatan Paringin Kalsel, Aspal Retak Ditutup Pelat Baja

Di sisi lain, Ramadhan juga menerangkan bahwa kegiatan vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin terus digencarkan.

"Kegiatan vaksinasi terus berjalan, termasuk juga dari Polri dan TNI, bahkan juga dari pihak swasta," imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada, vaksinasi di Kota Banjarmasin untuk dosis 1 sudah mencapai 63,55 persen, dosis 2 sebesar 45,78 persen dan dosis 3 sebesar 16,08 persen dengan sasaran sebesar 45.657 orang.

Kemudian untuk sasaran masyarakat umum targetnya sebanyak 338.815 orang. Untuk dosis 1, capaiannya sudah di angka 78,87 persen, dosis 2 sebesar 62,02 persen dan dosis 3 sebesar 19,81 persen.

Selanjutnya, sasaran remaja berjumlah 64.313 orang, dengan dosis 1 sudah mencapai 98,33 persen, dosis 2 mencapai 81,34 persen dan dosis 3 mencapai 2,29 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, M Ramadhan rabu 22062022.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, M Ramadhan.

Sedangkan untuk sasaran anak-anak, targetnya sebanyak 69.608 orang, dimana dosis 1 sudah mencapai 41,08 persen dan dosis 2 mencapai 27,35 persen.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved