Narkoba di Kalsel

Tergiur Upah Besar, Pengedar Sabu di Tanahlaut Ini Sebut Dapat Rp 2 Juta Sekali Antar

MA warga Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin tergiur upah besar sehingga masuk dalam lingkaran peredaran sabu. Ia mendapatkan Rp 2 juta sekali antar sabu

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
PARA tersangka pengedar sabu turut dihadirkan pada press releas dan pemusnahan sabu di mapolres Tala, Rabu (22/6/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Peredaran narkoba terutama jenis sabu memang teramat legit. Itu sebabnya masih ada saja orang yang terjun ke lembah hitam itu meski telah cukup banyak pelaku yang ditangkap dan dihukum berat.

Begitu pula dengan MA warga Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini.

Lelaki kelahiran Kunyit 15 Agustus 1993 ini mengaku tergiur iming-iming mendapat penghasilan besar sehingga akhirnya masuk dalam lingkaran peredaran sabu.

"Saya dapat Rp 2 juta sekali ngirim barang (sabu)," ucapnya kepada wartawan di mapolres Tala, Rabu (22/6/2022) siang.

Baca juga: 100 Gram Lebih Sabu Dimusnahkan Polres Tanahlaut, Setelah Diblender Dibuang ke Septic Tank

Baca juga: Diringkus Polisi di Kebun Sawit, Pria di Kobar Kalteng Sembunyikan 15 Paket Sabu di Kandang Ayam

Baca juga: Digeledah Polisi di Rumahnya Kelayan A Banjarmasin, Buruh Bangunan Simpan Sabu di Lantai Dapur

Bersama sepuluh orang lainnya, MA dihadirkan Polres Tala pada press release ungkap kasus kasus dan pemusnahan narkoba di mapolres setempat.

Kegiatan ini dipimpin Kabag Ops Polres Tala Komol Eka S beserta jajaran bersama Kepala BNNK Tala AKBP Katamsi Sad Retna Setiawan.

MA mengaku belum lama terlibat dalam peredaran serbuk putih perusak saraf tersebut.

"Saya baru sekali mengantarkan barang (sabu), ke Kintap, beberapa hari lalu, 59 gram," sebutnya.

Ia mengaku sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu.

Apalagi saat ini risiko hukuman penjara selama beberapa tahun membentang di hadapannya.

Dalam kesehariannya, MA mengaku menjadi pekerja di bengkel service kendaraan bermotor di kampungnya.

Merujuk data pada Satresnarkoba Polres Tala, MA ditangkap 15 Juni 2022 lalu pukul 23.50 Wita.

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakat MA bersama sang teman, MB (lelaki kelahiran  1 Februari 2001 warga Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin), membawa sabu.

Baca juga: Dua Pengedar Sabu Diringkus, Satu Pelaku Simpan 36 Paket Sabu Berbagai Ukuran

Keduanya pun berhasil ditangkap petugas dan digelandang ke Mapolres Tala guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu seberat 50,16 gram (berat kotor) atau berat bersihnya 49,62 gram. 

Selain itu petugas juga menyita barang bukti lainya yaitu uang sebesar Rp 500 ribu, dua unit handphone, 1 lembar plastik klip transparan,  satu lembar bekas bungkusan teh celup,  1 lembar kantong plastik warna hitam.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved