Tajuk

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Lindungi, Masyarakat : Jangan Mempersulit

Nantinya untuk membeli atau menjual minyak goreng curah, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SELAMA dua minggu, dimulai hari Senin 27 Juni 2022, pemerintah akan melakukan sosialisasi cara baru penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat. Nantinya untuk membeli atau menjual MGCR, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sebenarnya tidak ada kaitannya antara aplikasi PeduliLindungi dengan minyak goreng. Sebab aplikasi ini tujuannya membantu instansi pemerintah melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran virus Corona.

Namun, pemerintah tetap memberlakukannya. Kementerian Perdagangan menyebut program ini adalah untuk optimalisasi pendistribusian minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET). Selain itu sebagai alat mengawasi dan memitigasi jika ada penyelewengan.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan setelah masa sosialisasi selesai, program ini langsung diterapkan.

Bagi masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

Konsumen dapat memperoleh MGCR sesuai HET tersebut di penjual/pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0. Selain itu di Warung Pangan dan Gurih.

Meski bermaksud baik, kebijakan ini tetap menuai pro kontra. Selain dinilai merepotkan, pembelian minyak goreng curah pun dibatasi.

Konsumen hanya boleh membeli maksimal 10 kg untuk satu NIK per hari. Harganya Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Keluhan utamanya datang dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti pengusaha tahu goreng di Kota Banjarbaru. Setiap hari memerlukan minyak goreng lebih dari 10 kilogram. Mereka berharap ada dispensasi.

Mahalnya harga minyak goreng sampai sekarang memang tak kunjung teratasi. Khususnya untuk minyak goreng kemasan premium yang masih dibanderol kisaran Rp 24.000 - Rp 25.000 per liter.

Berbagai upaya memang telah dilakukan pemerintah untuk menyetabilkan harga minyak goreng. Termasuk program pembelian MGCR dengan aplikasi PeduliLindungi.

Tetapi tampaknya belum cukup. Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit akibat dampak covid-19, masyarakat tentu berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang tidak lagi mempersulit. Terlebih saat ini, stok minyak goreng di pasaran relatif banyak.

Kalau tujuannya adalah optimalisasi pendistribusian minyak goreng curah dengan harga sesuai HET dan untuk mengawasi adanya penyelewengan, mungkin sebaiknya pemerintah memaksimalkan peran aparat kepolisian dan instansi terkait dalam hal distribusi.

Jika ada penyelewengan, langsung tindak tegas pelakunya. Tapi tentu saja, masyarakat pun harus memiliki kesadaran mempergunakan komoditas minyak goreng secara benar dan sebaik-baiknya. Jangan malah ambil untung dengan menjadi spekulan. Bikin tambah runyam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved