Kriminalitas Banjar

Penculikan di Kalsel, Terbakar Cemburu, Warga Sungai Lulut Kabupaten Banjar Culik Anak Kekasih

Amad (36) warga Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar menculik anak kekasihnya dan meminta uang jaminan 20 juta, penyebabnya hanya karena cemburu

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
humas polsek lianganggang
Pelaku penculikan diamankan polisi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Akibat cemburu buta, seorang pria nekat memukul kekasihnya dengan Alquran dan menculik anak korban lantaran cemburu buta.

Pelaku, Akhmad Padli alias Amad (36) warga Jalan Martapura Lama, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, tak sampai 24 jam, tim Macan Barbar Polsek Lianganggang berhasil mengamankan pelaku di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola, Sabtu (25/6/2022) sekira pukul 17.30 WITA

Kasi Humas Polsek Lianganggang, Aiptu Kardi Gunadi mengatakan, pelaku diamankan saat melintas di kecamatan tersebut dengan anak dan motor korban.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah dua kali menjalani proses hukum atas perkara pencurian dan sajam," ujarnya mewakili Kapolsel Lianganggang, AKP Yuda K Pardede, Senin (27/6/2022).

Baca juga: SMKN 1 Martapura Nyaris Terbakar, Api Sempat Muncul dari Trafo Listrik

Kardi mengatakan motif pelaku karena cemburu dengan korban.

Amad merencanakan penculikan tersebut setelah terjadi cekcok, yang mana anak tersebut digunakan sebagai jaminan setelah seluruh permintaannya dipenuhi.

"Saat ini pelaku dan barang bukti handphone serta motor Yamaha Mio diamankan di Mapolsek Lianganggang guna proses hukum selanjutnya," katanya.

Atas perbuatannya, Amad disangkakan Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 atau Pasal 328 KUHP tentag penculikan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya pada Sabtu 25 Juni 2022 sekitar pukul 03.00 dini hari, pelaku cemburu dengan kekasihnya l yang bekerja di warung sekitaran Sungai Tabuk.

Terjadi adu mulut antara pelaku dan korban di warung tersebut.

Baca juga: Kebakaran di Komplek Pondok Permata Sekumpul Martapura, Satu Rumah Hangus Terbakar

Amad sempat memukul Mawar dengan Alquran dan diancam dengan pisau.

Namun korban kabur dan melaporkan ke Mapolsek Sungai Tabuk.

Namun saat Mawar pulang, ia tak mendapati anaknya yang berusia 4,5 tahun di rumah.

Begitu juga dengan handphone dan motor Yamaha Mio miliknya juga raib.

Korban dihubungi oleh pelaku serta menanyakan sertifikat tanah yang dititipkan dan meminta uang sebesar Rp20 juta.

Pelaku mengancam akan menjual anak korban jika tidak memenuhi semua keinginannya.

Lantas merasa dirugikan, Mawar melaporkan kembali ke Mapolsek Lianganggang.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved