PT PLN Persero UIW KSKT

Terapkan Electrifying Agriculture, Strategi UMK Pertanian Tekan Biaya Produksi Hingga 90 Persen

Program Electrifying Agriculture PLN dirasakan manfaatnya oleh petani. Kini, para petani bisa menekan biaya produksi hingga 90 persen

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
PT PLN Persero UIW KSKT
Kelompok Tani Mayang Maurai warga Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture dari PLN Kalselteng. 

foto: kiriman humas PLN Kalselteng untuk BPost. 


keterangan: Kelompok Tani Mayang Maurai warga Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture dari PLN Kalselteng 

 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para petani di Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel),  merasa terbantu dengan hadirnya listrik di desanya. 

Satu di antara petani tersebut adalah Nur Anissa (26). Petani muda dan Ketua Kelompok Tani Mayang Maurai warga Desa Simpang Arja, Kabupaten Batola, Kalsel ini,  kini tidak lagi mengerjakan secara manual dan tidak menggunakan solar dalam menggiling padi.

Untuk menggiling padi, kini ia sudah bisa pakai mesin listrik.

Terlebih, Nur Anisa adalah salah satu dari penerima manfaat program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN yang tergabung dalam Kelompok Tani Mayang Maurai yang merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture

Nur Anissa makin bersemangat karena proses menggiling gabah menjadi beras lebih cepat dan hemat karena telah menggunakan penggilingan padi listrik bantuan dari PT PLN (Persero).

Kelompok Tani Mayang Maurai warga Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture dari PLN Kalselteng.
Kelompok Tani Mayang Maurai warga Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture dari PLN Kalselteng. (PT PLN Persero UIW KSKT)

"Kami berterima kasih pada PLN yang telah mendukung petani muda untuk maju dan berkarya. Dengan penggilingan padi listrik ini benar-benar menekan biaya produksi kami, biasanya untuk menggiling padi di rumah penggilingan kami harus mengeluarkan uang Rp.15.000,-/karung namun dengan penggilingan padi listrik kami hanya menghabiskan pulsa listrik 1 kwh atau senilai kurang lebih Rp.1.500,- untuk menggiling 1 karung padi," urai Nur Anissa, Selasa (28/6/2022). 

Bahkan dirinya mengungkapkan bahwa dengan menggunakan penggilingan padi listrik dapat menekan biaya produksi sebesar 90 persen serta menjaga kualitas beras.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved