Opini Publik

Modal Calon Kepala Daerah

calon kepala daerah minimal harus mempunyai modal atau syarat yang logis dan realistis sehingga mampu bersaing dan bahkan bisa meraih kemenangan.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Drs H Yuzan Noor MSi Inspektur Daerah Kabupaten Tabalong/Dosen STIA Tabalong 

Oleh: Drs H Yuzan Noor MSi, Inspektur Daerah Kabupaten Tabalong/Dosen STIA Tabalong

BANJARMASINPOST.CO.ID - PESTA demokrasi lokal memang masih cukup lama. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Umum Tahun 2024, ditetapkan bahwa tanggal 14 Februari 2024 untuk pemilu anggota DPD, DPR, dan DPRD berbarengan dengan Pemilu Presiden. Sedangkan untuk pemilu kepala daerah serentak dilaksanakan pada tanggal 27 Nopember 2024.

Namun bagi peminat dan pelaku politik, kalkulasi dan prediksi harus sudah mulai dilakukan dan dipersiapkan. Setidaknya mengurangi hambatan dan risiko politik yang dihadapi. Khusus untuk calon Kepala Daerah banyak persiapan yang harus dilakukan, diantaranya adalah melengkapi persyaratan adminsitratif sebagaimana diatur di dalam pasal 4 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1 tahun 2020 tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Terlepas dari persyaratan administratif tersebut di atas, bagi calon kepala daerah minimal harus mempunyai modal atau syarat yang logis dan realistis sehingga mampu bersaing dan bahkan bisa meraih kemenangan. Modal dimaksud adalah popularitas dan elektabilitas, kapabilitas, spiritualitas, dan integritas.

Popularitas dan Elektabilitas
Modal ini serupa tapi berbeda. Seseorang yang karena “kelebihannya” bisa saja populer ( sangat dikenal ) oleh publik ,misal dalam kesehariannya dia pandai bergaul/berkomunikasi dengan gaya candaan, bergurau dengan ucapan serta tingkah laku jenaka, sehingga membuat orang lain merasa terhibur, gembira dan senang dengan keberadaan orang yang bersangkutan.

Namun dalam konteks dan kepentingan politik kelebihan tersebut belum tentu berimplikasi positif, karena mungkin orang tersebut bila berbicara tak mampu mengucapkan kalimat-kalimat yang berbobot/berkualitas. Kelebihan lain, seorang yang kaya raya sehingga populer karena hartanya yang banyak, namun dia pelit, juga pasti tidak akan bernilai baik di tengah masyarakat.

Elektabilitas adalah “Ketertarikan seseorang dalam memilih” (Dendy Sugiono, 2008). Dalam bahasa Inggris electability artinya keterpilihan. Dengan demikian elektabilitas dapat dimaknai “ketertarikan public dan keterpilihan seseorang oleh masyarakat luas“, bukan semata popularitas tapi karena sifat dan perilakunya sangat baik (dermawan) sehingga aktivitas kesehariannya banyak membawa kemanfaatan bagi publik.

Oleh karena itu, popularitas dan elektabilitas bagai dua sisi mata uang, saling melengkapi satu sama lain, dapat dikatakan sebagai modal awal bagi calon/peminat jabatan kepala daerah.

Kapabilitas
Ada dua kapabilitas yang perlu dipersiapkan oleh seseorang jika berminat menjadi calon kepala derah. Yang pertama adalah kapabilitas intelektual. Kapabilitas ini tidak cukup hanya memiliki bukti ijazah (legalitas tingkat pendidikan) tertentu sesuai persyaratan administratif yang ditegaskan oleh Peraturan Perundang-undangan.

Tetapi lebih dari itu bahwa seorang peminat/calon kepala daerah harus mampu berfikir, menganalisa, mencermati segala problematika penyelenggaraan pemerintahan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved