Tajuk

Persoalan Klasik

data pemilih apalagi data ganda selalu menimbulkan persoalan panjang yang buntutnya muncul protes dari peserta pemilu atau pilkada.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ditemukan data ganda saat proses pemadanan data daftar pemilih berkelanjutan (DPB) Tahun 2022 di Tabalong.

Jumlahnya cukup besar, yakni 2.178.

Ditambah dengan data penduduk meninggal dunia sebanyak 2.279, total 4.249 berkurang dari daftar pemilih Gubernur Tahun 2020 lalu.

Penurunan drastis DPB tidak hanya terjadi di Tabalong, tapi juga sejumlah daerah lain di Kalsel. Diantaranya Kabupaten Banjar.

Berdasar data daftar pemilih tetap (DPT) yang diplenokan Oktober 2020 lalu 389.993 pemilih, turun di data DPB Banjar menjadi 383.038, angkanya selisih 6.955.

Memang, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadi penurunan cukup tajam tersebut.

Namun, perlu digarisbawahi adalah cukup banyak data ganda dengan terbesar di Kabupaten Tabalong.

Seperti diketahui data pemilih apalagi data ganda selalu menimbulkan persoalan panjang yang buntutnya muncul protes dari peserta pemilu atau pilkada.

Kredibilitas penyelenggara pemilu/pilkada yang direpresentasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun jadi pertaruhan.

Daftar pemilih yang tidak beres menjadi pekerjaan rumah yang terus berulang dan harus segera dimutakhirkan dengan benar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved