Bumi Tuntung Pandang

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut Tetapkan Siaga Bencana PMK dan Karhutla, Ini Langkah yang Dilakukan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Dahnial Kifli, pimpin rapat penetapan siaga penyakit mulut dan kuku (PMK) dan karhutla, Kamis (30/6).

Penulis: Idda Royani | Editor: Alpri Widianjono
DISKOMINFO KABUPATEN TANAH LAUT
Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Dahnial Kifli, memimpin rapat penetapan siaga penyakit mulut dan kuku (PMK) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (30/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini sedang dicermati secara khusus oleh sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).  Apalagi, kasus PMK telah terjadi di daerah agraris ini.

Pemerintah Kabupaten Tala telah menetapkan status siaga bencana PMK, Sabtu (2/7/2022).

Selain itu juga, sekaligus menetapkan siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penetapan status tersebut dilakukan di ruang Rapat Barakat di lantai dua kantor Sekretariat Daerah Tala yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, Kamis (30/6). Turut hadir, Sekda Tanahlaut H Dahnial Kifli yang mewakili Bupati.

Dikatakan Dahnial, peserta rapat sepakat menetapkan status siaga.

Itu karena, Penyakit Mulut dan Kuku bersifat wabah, begitu pula terhadap karhutla.

"Lebih baik kita menetapkan status siaga karena perlu mitigasi-mitigasi bencana, koordinasi dan penyiapan sarana dan prasarana," sebutnya.

Top manager birokrasi di Pemkab Tala ini menuturkan berdasar peraturan Menteri Pertanian No. 500 tahun 2022 bahwa di Provinsi Kalsel, Kabupaten Tanah Laut dinyatakan daerah yang terkena wabah.

Karena itu, sebut Dahniel, Pemkab Tala menetapkan status siaga Penyakit Mulut dan Kuku.

"Selanjutnya, kami bergerak untuk melakukan aksi-aksi koordinasi secara prosedur nanti akan dibuatkan draft dan telaahan stafnya agar dapat menggunakan biaya tak terduga karena ada status penetapannya," tandasnya.

Kemudian, Dahnial juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak termakan hoaks (informasi yang salah) tentang hewan ternak, khususnya mendekati Hari Raya Iduladha yang tinggal hitungan hari.

Dikatakannya, Gugus Tugas juga telah dibentuk yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Gerak cepat dikatakannya perlu segera dilakukan karena hari raya kurban kian dekat.

Tim gugus tugas segera membuat dan menyebarkan selebaran berisi sosialisasi mengenai ciri-ciri ternak yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku. Termasuk ciri-ciri hewan ternak yang layak dikonsumsi. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved