Idul Adha 2022

Ikuti Ketetapan PP Muhammadiyah, Masjid Al Jihad Banjarmasin Salat Idul Adha di Lapangan Kamboja

Mengikuti ketetapan PP Muhammadiyah, Masjid Al Jihad Banjarmasin akan melaksanakan Salat Idul Adha pada Sabtu (9/7/2022) pagi

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Instagam Aljihad.banjarmasin
Ilustrasi-Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Kamboja Banjarmasin Tahun 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada Tanggal 9 Juli Tahun 2022, lebih dulu satu hari dibanding penetapan oleh Pemerintah yakni Tanggal 10 Juli. 

Mengikuti ketetapan PP Muhammadiyah, Masjid Al Jihad Banjarmasin akan melaksanakan Shalat Idul Adha pada Sabtu (9/7/2022) pagi. 

Sekretaris Pengurus Masjid Al Jihad Banjarmasin, Hairil Muhaidi mengatakan, Shalat Idul Adha rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Kamboja Banjarmasin. 

Lapangan Kamboja tepatnya berlokasi di Jalan Anang Adenansi, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tak jauh dari Masjid Al Jihad Banjarmasin. 

Baca juga: Lafaz Niat Mandi Hari Raya Idul Adha, Sunnah Sebelum & Selepas Shalat Ied Diurai Ustadz Adi Hidayat

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Idul Adha 1443 H, Bulog Kalsel Datangkan Lagi 28 Ton Daging Beku

"Untuk Khatib Idul Adha, H Riza Rahman Lc dan Imam, H Agus Salim Lc," kata Hairil dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (3/7/2022).

Sedangkan terkait pelaksanaan Ibadah Kurban, menurut Hairil penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada hari kedua Hari Raya Idul Adha yakni Minggu (10/7/2022).

Total ada sebanyak 85 ekor sapi yang akan disembelih dalam pelaksanaan Ibadah Kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin tahun ini. 

Adanya perbedaan penetapan Hari Besar Umat Islam seperti Awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah merupakan hal yang umum terjadi.  Ini bisa disebabkan karena adanya perbedaan pada metode hisab rukyat yang digunakan. 

Bahkan lebih spesifik, meskipun metode hisab rukyat yang digunakan sama, namun jika kriteria yang menjadi acuan berbeda bisa jadi terjadi perbedaan contohnya pada derajat minimal perhitungan tibanya hilal. 

Baca juga: Niat dan Waktu Puasa Zulhijah, Arafah dan Tarwiyah, Puasa Sunnah Sebelum Hari Raya Idul Adha

Diketahui untuk perhitungan hilal, Pemerintah menetapkan ketinggian minimal hilal 3 derajat sedangkan Muhammadiyah, asal telah terjadi konjungsi dan konjungsinya sebelum matahari terbenam maka telah ditetapkan sebagai bulan baru. 

Hal ini tentu menjadi hal yang biasa dan wajar terjadi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved