Universitas Lambung Mangkurat

Kurangi Efek Rumah Kaca, ULM Tanam 500 Bibit Pohon di Kawasan Kampus Banjarbaru

500 bibit pohon ditanam di kawasan kampus ULM Banjarbaru dalam rangkaian Indonesia's FOLU net sink 2030 region Kalimantan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
penanaman pohon di kawasan kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Universitas Lambung Mangkurat menjadi tuan rumah pelaksanaan sosialisasi Indonesia's FOLU net sink 2030 region Kalimantan, Kamis (7/7/2022).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penanaman pohon dan pelepasan satwa di kawasan kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru.

Plt Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan ada 500 bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan FOLU net sink tersebut.

"Sebanyak 500 bibit dengan berbagai jenis, pada kesempatan ini kita tanam, mudah-mudahan menjadi semangat kita untuk berkontribusi di dalam Indonesia memenuhi komitmennya di Internasional menurunkan emisi rumah kaca 2030 nanti," ucap Ruandha.

Baca juga: Program Studi IPS FKIP ULM Latih Para Guru di Banjarbaru Menyusun Buku Ajar

Upaya nyata yang bisa dilakukan oleh Kalimantan Selatan ujar Ruandha adalah dengan pengendalian Karhutla dan peningkatan cakupan lahan hutan.

"Adanya Taman Hutan Hujan Tropika merupakan upaya nyata dari peningkatan cakupan lahan hutan di Kalsel," tambahnya.

Seremoni pembukaan sosialisasi FOLU net sink 2030 dibuka langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar yang mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof Sutarto Hadi mengaku bersyukur, bangga dan terhormat ULM menjadi tuan rumah kegiatan.

"Ini selaras dengan visi misi ULM untuk menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing di lingkungan lahan basah," ujarnya.

Salah satu sektor yang jadi perhatian dari ULM ujarnya adalah konservasi lingkungan lahan basah.

Dimana di Kalsel kata Sutarto lahan basah berupa lahan gambut terbentang luas.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa ULM Kalsel Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata dan Pemberdayaan Masyarakat

ULM kata Sutarto memiliki misi untuk untuk mengurangi efek rumah kaca dengan menekan resiko kebakaran hutan dan halaman di lahan gambut.

"Kami konsern dengan kegiatan ini, dan ULM ingin berkontribusi dalam mengurangi dampak rumah kaca," katanya.

Kini papar Sutarto banyak perubahan yang terjadi akibat efek rumah kaca, misalnya peningkatan suhu panas global.

Indonesia katanya negara kepulauan yang rentan mengalami kenaikan suhu akibat pemanasan global.

"Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel memiliki banyak tenaga ahli dan pakar akademi yang bergerak di bidang itu," katanya.

Sosialisasi Indonesia"s FOLU net sink region Kalimantan diikuti peserta baik secara offline dan online.

Banjarmasinpost.co.id / Milna

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved