Idul Adha 2022

Dukung HST Tanpa Sampah Plastik, Sejumlah Panitia Pakai Jintingan Purun saat Pembagian Hewan Kurban 

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah beri imbauan agar panitia kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah tak menggunakan kantong kresek

Penulis: Hanani | Editor: Irfani Rahman
Foto ist Dinas LHP untuk Banjarmasin Post
Penyerahan Jintingan purun ramah lingkungan dari pasukan oranye ke  pemesan dari SDIT Al Khair Barabai yang menyelenggarakan ibadah kurban.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah mengeluarkan imbauan agar panitia kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah tak menggunakan kantong kresek ketika membagikan Daging Kurban.

Tapi menggunakan tas atau kantong non plastik ramah lingkungan seperti jintingan purun atau Tas Purun. 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Hulu sungai Tengah,  Ahmad Syafaat mengatakan, ketersediaan jintingan purun sendiri mudah saja didapat di wilayah HST.

Bahkan bisa dibeli di anggota pasukan orange yang memproduksi tas ramah lingkungan tersebut dengan harga terjangkau yaitu 2.250 untuk ukuran kecil dan rp3.000 untuk ukuran besar persatuan. 

"Alhamdulillah sudah ada enam  panitia ibadah korban 1443 Hijriah yang memesan guntingan purun ke pasukan orange,"kata Syafaat. Panitia korban tersebut adalah di lingkungan masjid kantor DPLH HST  300 buah panitia Masjid Bawan Al Maksum 400 buah SD IT Al Khoir 400 buah komplek Guntur Barat 200 buah sekretariat daerah Pemkab HST 100 buah serta Desa ayuang 100 buah.

Baca juga: Resep Sajian Daging Kurban Hari Raya Idul Adha 2022, Asem-asem Iga Sapi dan Daging Sapi Lada Hitam

Baca juga: Geger Jago Merah di Desa Berangas Tengah Batola, Warga dan BPK Berjibaku Padamkan Api

Baca juga: Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku Personel Polres Tapin Pantau Distribusi Hewan Keluar-Masuk

Total laporan sementara panitia korban yang menggunakan jintingan purun ada 1.500 buah.  "Yang memesan ke pasukan oranye ada 1.100 buah,"katanya.

Diketahui masyarakat HST sendiri penghasil kerajinan purun khususnya di desa Walatung. Diharapkan secara bertahap masyarakat memiliki kesadaran untuk meninggalkan kebiasaan pakai kantong plastik dan menggantinya dengan kantong atau tas yang bisa dipakai berulang-ulang untuk mendukung HST tanpa sampah plastik. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved