Tajuk

Antara Janji dan Jeritan

Para petani sawit, khususnya petani sawit non plasma atau mandiri hanya bisa menjerit dengan harga sawit yang terus turun.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - AWAL Juli 2022 ada secercah kebahagian di wajah para petani kelapa sawit.

Ini menyusul adanya janji dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan akan memperbaiki harga tandan buah segar (TBS) sawit yang anjlok belakangan ini.

Salah satu cara yang diambil oleh Luhut dalam upaya memperbaiki harga TBS sawit adalah dengan melakukan percepatan realisasi ekspor.

Karena kapasitas tangki minyak dalam waktu dekat akan kembali penuh.

Ia meyakini langkah tersebut dapat mengatasi rendahnya harga TBS di sisi petani.

"Saya minta Kemendag untuk dapat meningkatkan pengali ekspor menjadi 7 (tujuh) kali untuk ekspor sejak 1 Juli ini dengan tujuan utama untuk menaikkan harga TBS di petani secara signifikan,” kata Menko Luhut dalam rapat evaluasi kebijakan pengendalian minyak goreng, waktu itu.

Entah apa yang sebenarnya terjadi, hingga hari ini, Minggu (10/7/2022), janji itu belum teralisasi.

Harga TBS sawit terus merosot.

Namun Luhut mengatakan harga TBS memang berada dalam tekanan.

Langkah ekonomi Ukraina jadi biang keroknya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved