Berita Banjarmasin

Aturan Baru Wajib Booster untuk Pelaku Perjalanan, Dinkes Banjarmasin: Akan Kami Terapkan

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri wajib booster oleh pemerintah pusat, Dinkes Kota Banjarmasin akan menerapkannya.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BAMJARMASIN - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 segera menerapkan aturan perjalanan terbaru terkait transportasi umum, juga di daerah-daerah, termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) wajib sudah vaksin ketiga atau booster. Sedangkan bagi yang belum melakukan vaksinasi booster diwajibkan untuk melakukan tes skrining Covid-19. 

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022 tentang pandemi perjalanan orang dalam negeri dan akan diterapkan mulai 17 Juli 2022.

Dalam SE tersebut disebutkan bahwa PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif RT - PCR atau Rapid Test Antigen.

Sedangkan bagi PPDN yang baru mendapatkan dosis kedua harus melampirkan tes antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam. Selain itu PPDN dengan dosis kedua bisa mendapatkan booster di lokasi keberangkatan.

Baca juga: DLH Banjarmasin Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan PT Sucofindo

Baca juga: Mobil Terbakar di Taniran Kubah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ini Jumlah Kerugiannya

Sementara itu, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif PRT PCR yang diambil dalam kurun 3x24 jam.

Bagi anak berusia 6 - 17 tahun tidak diwajibkan melakukan testing namun wajib menunjukan bukti vaksin dosis lengkap.

Dan untuk anak usia kurang dari 6 tahun tidak perlu melakukan pemeriksaan dan vaksinasi namun wajib bersama pendamping perjalanan.

Syarat wajib PCR ada pengecualian bagi pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat kendaraan pribadi atau umum dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan, moda transportasi perintis.

Termasuk, di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Baca juga: Petugas Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Bongkar Industri Rumah Pembuat Ekstasi

Baca juga: Petugas Satpol PP Bongkar Tempat Berjualan PKL di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu

Kepala Dinkes Banjarmasin, M Ramadhan, menerangkan, pemko akan menyesuaikan kebijakan ini.

"Dari SE Satgas Covid-19 itu sudah jelas bahwa akan mulai diterapkan 17 Juli 2022, tentunya kita juga akan menerapkannya. Kalau belum booster maka pelaku perjalanan menunjukkan swab PCR dan Antigen," ujar Ramadhan, Senin (11/7/2022).

Masih kata Ramadhan, Pemko Banjarmasin pun rencananya akan mengeluarkan SE untuk menindaklanjuti kebijakan baru dari Satgas Covid-19. "Mungkin nanti akan dibuatkan juga SE Wali Kota terkait ini," katanya.

Tak kalah penting, adanya kebijakan baru ini, lanjut Ramadhan, maka diyakini akan mendongkrak capaian vaksinasi di Banjarmasin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved