Kriminalitas Banjarmasin

Petugas Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Bongkar Industri Rumah Pembuat Ekstasi

Pembuat ekstasi belajar dari kolega di Jakarta membuat di rumah 100 butir sehari digerebek anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Kepala ]Polresta Banjarmasin, Kombes Sabana A Martosumito, eksposes kasus tersangka pelaku pembuat ekstasi di rumah, Senin (11/7) siang.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anggota  Satresnarkoba Polresta Banjarmasin membongkar usaha ilegal MS (35) di kediamannya, Jalan Muning, Gang Anggrek RT 9, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. 

Penggeledahan ke rumah MS dilakukan petugas saat Kamis (7/7/2022) sore. 

Hal ini diungkapkan Kapolresta Banjarmasin Kombes Sabana A Martosumito, dalam rilis media, Senin (11/7) siang. 

"Dari penggeledahan tersebut, didapati sejumlah barang bukti terdiri dari 2 paket sabu 4,13 gram, 17 butir ekstasi warna hijau seberat 89 gram, 26 butir ekstasi warna cokelat dengan berat 10,70 gram, 18 butir ekstasi warna hitam dengan berat 7,90 gram, dan 1 paket serbuk warna hijau dengan berat bersih 23,29 gram," bebernya didampingi Kasatnarkoba, Kompol Mars Suryo Kartiko. 

Terungkap, MS yang baru menjalankan bisnisnya sekitar setengah bulan itu, mampu memproduksi ekstasi di rumahnya sebanyak 100 butir sehari.

Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Martapura Banjarmasin Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Baca juga: Pria Paruh Baya Tenggelam Dekat Jembatan Pekauman Banjarmasin, Saksi Melihat Korban Berenang ke Tepi

Pelaku yang bekerja sebagai buruh besi ini mendapatkan 'ilmu' dan pasokan bahan baku dari atasan yang disebutnya berada di Jakarta. 

"Dia komunikasi dengan atasannya lewat ponsel. Bahkan untuk cara dia meramu bahan-bahan itu, diarahkan lewat video call," jelas Kapolresta. 

Pelaku MS mengaku diupah Rp 30 ribu per butir pil itu yang dijual seharga Rp 400 ribu. 

"Namun apabila semua bahan-bahan tersebut bisa berhasil dibuat dan dipasarkan, maka hasilnya akan lebih bahaya lagi," tutur Kapolresta.

Apabila diuangkan, dari hasil barang bukti yang diamankan, senilai Rp 30 juta. Polisi masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kemungkinan jaringan pelaku.

Baca juga: Gotong Royong Bangun Rumah, Pemuda Korban Kebakaran di Banua Anyar Banjarmasin Kini Punya Hunian

Baca juga: H. Said Abdul Nasir, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin Tutup Usia

Disampaikan Kombes Sabana, diirnya berterima kasih sekaligus mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menginformasikan kepada polisi apabila terlihat hal-hal yang di sekitarnya.

"Terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan informasi kepada anggota Satres Narkoba kami," tutur Kombes Sabana. 

"Ini merupakan salah satu bukti, peran serta masyarakat dalam melakukan pemberantasan narkotika," tutupnya. 

( Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved