BTalk Health and Beauty

BTalk, Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging

Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, diundang untuk membahas konsumsi daging hewan kurban dalam acara BTalk, Selasa (12/7).

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, SGz, MPH, menjadi narasumber dalam acara BTalk, berbincang mengenai Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging, Selasa (12/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Usai Idul Adha 1443 H tentunya masih ada masyarakat yang menyimpan daging kurban baik daging sapi maupun kambing di kulkas. Termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel), tentunya.

Lantas, bagaimana sebaiknya mengonsumsi kedua jenis daging tersebut?

Untuk itu, Rissa Saputri, SGz, MPH, diundang untuk membahas tema Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging pada acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (12/7/2022) pukul 16.00 Wita.

Acara Btalk yang dipandu Anjar Wulandari, Jurnalis BPost ini rekamannya juga bisa disaksikan di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. 

Risa yang berprofesi sebagai Nutrisiosnis RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Kalimantan Selata (Kalsel), menjelaskan, perlu diperhatikan pertama adalah cara penyimpanan.

Baca juga: Baca juga: Sidang Lanjutan Sengketa Perpindahan Ibu Kota Kalsel di MK RI Hari Ini Ditunda

A Yani KM 1 Banjarmasin Bocor, Pelanggan 2 Kecamatan Terdampak

"Bagi dulu dagingnya sesuai porsi masak. Simpan di pendingin dalam kemasan yang aman untuk makanan," jelasnya.

Seiring adanya kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak sapi dan kambing, walaupun tidak menular pada manusia tapi sebaiknya lakukan tata cara yang aman untuk menjaga lingkungan.

"Sebelum disimpan di kulkas, dagingnya jangan dicuci, tapi simpan dulu di chiller (bagian pendingin) selama 24 jam, kemudian pindah ke freezer (pembeku)," jelasnya.

Kenapa jangan dicuci? Sebab di masa PMK ini virus dapat bertahan di air hingga 75 jam. Berbeda jika tidak ada wabah, maka silakan dagingnya dicuci.

Penyimpanan di freezer dapat bertahan hingga tiga bulan. Saat makanan akan diolah maka rebus 30 menit dengan panas 100 derajat, kemudian buang airnya, selanjutnya silakan dimasak.

Baca juga: Kasus Arisan Online Fiktif di Banjarmasin, Tuntutan Terhadap Terdakwa Dibacakan Pekan Depan

Baca juga: Terpergok Tuan Rumah, Seorang Pria Gagal Mencuri di Sungai Andai Kota Banjarmasin

"Mengenai konsumsi daging sapi, kambing, domba terhadap risiko gangguan kesehatan, maka yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat gizinya," jelas Rissa.

Tiga kandungan itu, yaitu protein, lemak dan natrium. Sesuai Tabel Komposisi Pangan yang dilansir Kementerian Kesehatan pada 2017 (acuan gizi) kandungan masing-masing ada ukurannya per 100 gram.

Per 100 gram, kandungan protein daging sapi adalah 19 gram, sedangkan kambing dan domba 18 gram.

Per 100 gram, daging sapi lemaknya 12 gram, sedangkan kambing 9 gram dan domba lemaknya paling tinggi yait 25-28 gram.

Adapun natrium, ketiga jenis daging tadi per 100 gramnya mengandung natrium antara 90-100 mg. Natrium berpengaruh pada tekanan darah. Anjuran pemerintah, asupan natrium per hari maksimal 2.400 mg.

Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri di btalk 12072022.
Ahli gizi dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, SGz, MPH, diundang untuk membahas tema Cara Aman dan Sehat Konsumsi Daging dalam acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis BPost, Selasa (12/7/2022).

"Jadi yang sebenarnya banyak memberikan efek kesehatan itu lebih dominan pada kondimen atau bahan pelengkap berupa bumbu untuk mengolah masakannya," jelas Rissa.

Natrium yang tinggi itu ada pada saus dan kecap. Sementara dua bahan itu kerap menjadi bumbu terutama saat membakar daging di atas api atau disate.

Penggunaan santan sebagai bumbu masih boleh, asalkan tidak dipanaskan berulang, sebab akan berubah menjadi lemak jahat yang berpengaruh pada kolesterol.

Jadi sebagai kondimen gunakan garam dan kecap rendah natrium yang sudah banyak dijual di pasaran.

Saat mengonsumsi daging, makanlah bersama dengan sayuran yang cukup serat dan tinggi kalium, macam buncis, sawi, labu kuning, karena akan menetralisir natrium pada bumbu.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Tapin Kalsel Meninggal Dunia di Rumah Sakit Makkah

Baca juga: Persyaratan Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri, Berikut Ketentuan Bagi Calon Penerima

Ganti karbohidrat pada nasi dengan makananan lain yang berserat tinggi. Misal makan daging rendang atau gulai, maka karbohidratnya yang baik adalah ubi jalar, jagung atau nasi merah.

Jangan lupa konsumsi buah tinggi serat yang larut air, terutama mengandung pektin, macam apel, jeruk, lemon, jambu biji merah, aneka berry. Pektin dapat menurunkan kadar kolesterol dan anti oksidan serta menangkal radikal bebas

Satu-dua jam setelah konsumsi daging, minum teh hijau atau air kelapa karena keduanya tinggi elektrolit dan anti oksidan.

"Proses pengolahan juga diperhatikan,  daging merah itu tinggi zat besi, jadi kalau dimasak dengan cara dibakar langsung kena api maka akan bersifat karsinogen yang memicu kanker," jelas Rissa.

Bijak dalam mengolah dan memasak segala makanan yang dikonsumsi, seimbang gizinya. Sebab mencegah akan lebih baik daripada mengobati.

"Ingat jangan sering memanaskan daging, lebih baik dimasak untuk dikonsumsi sekali habis. Sebab yang sering dipanaskan akan memengaruhi kandungan gizi," jelasnya.

Kesimpulannya, sebelum konsumsi daging olahan maka cek dulu bagaimana kondisi kesehatan kita.

Bagi yang sehat, konsumsi daging merah itu untuk harian hanya 50-70 gram. Bagi yang ada riwayat penyakit paling tidak hanya seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan porsi yang sesuai.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved