HST MUDA Makmur Unggul Dinamis

Bupati HST Harapkan Festival Pangan Lokal Selesaikan Permasalahan Gizi Masyarakat

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST mengadakan Festival Pangan Lokal Beragam, B2SA sebagai solusi menurunkan stunting.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HST H Aulia Oktafiandi menyerahkan tropi dan uang pembinaan untuk juara 1 Festival Pangan Lokal TP PKK Limpasu Selasa (12/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bupati Hulu Sungai Tengah, H Aulia Oktafiandi beharap, Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menjadi salah satu solusi menurunkan masalah stunting.

Juga menyelesaikan permasalahan gizi masyarakat, dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) HST dinilai masih rendah.

Menurut Aulia, menjawab tantangan pola hidup kurang sehat dimulai dari memerhatikan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat sendiri sangat tergantung kebiasaan dan makanan yang dikonsumsi, apakah memberi manfaat bagi Kesehatan tubuh, atau justru menimbulkan penyakit.

Untuk itu, Pemkab HST melalui Dinas Ketahanan Pangan menggali potensi pangan lokal.

Bupati HST mencicipi menu pangan lokal berbahan jagung salah satu peserta.
Bupati HST mencicipi menu pangan lokal berbahan jagung salah satu peserta.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)

“Selanjutnya, memberi solusi, bagaimana membangun kesadaran masyaraat melaksanakan pola hidup sehat, melalui keseimbangan makanan yang dikonsumsi,” kata Aulia saat memberikan sambutan pada Festival Pangan Lokal (B2SA) Kamis (12/7/2022) di Gedung PKK HST.

Kegiatan diikuti 11 peserta dari 11 TPK PKK kecamatan se HST dihadiri Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Wakil Ketua TP PKK HST.

Disebutkan, apa yang dikonsumsi masyarakat, khususnya ibu hamil akan memengaruhi pula pada perkembangan bayi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, harus mampu mengeksplore kearifan dan potensi lokal di masyarakat, dengan melibatkan PKK yang kadernya ada sampai ke tingkat desa.

Bupati juga berharap agar para juara menerapkan menu yang telah direview saat lomba dengan menyajikannya di luar kegiatan lomba.

“Harapan saya tiap tahun ada peningatan. Rangkul pihak lain agar bisa menjawab masalah Kesehatan. Juara di provinsi bukan target utama. Terpenting bagaimana solusi preventif permasalahan Kesehatan di masyarakat. Ini sebagai keseriusan Pemkab HST menyelesaikan masalah Kesehatan. Langkah awal mengubah pola hidup sehat dengan kebiasan baru menyajikan makanan bergizi seimbang berbahan lokal di sekitar kita,” katanya.

Sebelumnya, PLt Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST menjelaskan tujuan Festival Pangan Lokal, untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengetahuan pangan dalam rangka mencegah stunting.

Berfoto bersama para juara Festival Pangan Lokal HST.
Berfoto bersama para juara Festival Pangan Lokal HST. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

“Melalui kreativitas mengolah menu dengan memanfaatkan pangan lokal bergizi seimbang. UNtuk itu kami bekerjasama dengan Pokja 3 TP PKK HST,” katanya.

Aneka makanan olahan berbahan jagung disajikan oleh 11 peserta dengan tampilan menarik melalui kreativitasnya.

Bupati HST pada kesempatan itu mencicipi satu persatu menu yang disajikan para peserta dengan menarik.

Adapun juara 1 diraih Kecamatan Limpasu, juara 2 Kecamatan Batangalai Selatan, Juara 3 Kecamatan Haruyan.

Sedangkan juara harapan 1 Kecamatan Labuanamas Selatan.

Juara 2 Kecamatan Hantakan dan juara 3 sekaligus juara favorit Kecamatan Batubenawa. (aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved