Tajuk

Unggul Kontroversi Ketimbang Prestasi

Kegagalan demi kegagalan diraih tim Nasional Indonesia di berbagai level usia junior, sementara drama kontroversi justru sering terjadi.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - PASANG surut terjadi di dunia sepakbola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Tidak banyak cerita manis soal prestasi.

Justru kisah pahit dan miris ikut menghiasi sepakbola Indonesia hingga 2022 memasuki pertengahan tahun ini.

Kegagalan demi kegagalan diraih tim Nasional Indonesia di berbagai level usia junior.

Sementara drama kontroversi justru sering terjadi. Tentu saja yang masih segar dalam ingatan soal kematian suporter di stadion.

Diketahui dua suporter Persib Bandung atau Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6/2022) meninggal dunia.

Sopiana Yusup dan Ahmad Solihin. Keduanya wafat saat hendak masuk ke GBLA untuk menyaksikan laga Persib versus Persebaya Surabaya dalam lanjutan Grup C Piala Presiden 2022.

Kontroversi lain soal induk olahraga, PSSI. Nama Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule kembali disorot usai sebuah artikel di laman resmi Persatuan Sepak Bola Indonesia ini bikin jengkel banyak warganet.

PSSI mengklaim Iwan Bule sebagai sosok paling berjasa dalam kemenangan timnas Indonesia atas Kuwait lewat sebuah artikel berjudul “Pecahnya Rekor 42 Tahun” yang diunggah dalam laman resmi mereka, pssi.org, Kamis (9/6/2022).
Sementara Timnas Indonesia berbagai level junior masih kering prestasi berbeda dengan timnas senior.

Di mulai Timnas Indonesia U19 yang gagal lolos di penyisihan Grup Piala AFF U19 2022 yang laga terakhir grup berlangsung Minggu (10/7/2022) malam tadi.

Timnas kalah head-to-head dengan Vietnam serta Thailand dan harus puas finis di urutan ketiga klasemen akhir Grup A. Padahal Timnas Indonesia U-19 merupakan tim paling produktif di Grup A.

Lalu Timnas U-23 Indonesia gagal usai memutuskan mundur dari keikutsertaan di Piala AFF U-23 2022 dan gagal memenuhi target meraih medali emas SEA Games 2021.

Prestasi Timnas Indonesia dibawah asuhan Shin Tae-yong terselamatkan dengan Timnas Indonesia senior lolos ke Piala Asia 2023.

Status ini disabet setelah Timnas Indonesia finis runner-up di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 dengan koleksi enam angka hasil menang 2-1 atas Kuwait, kalah 0-1 dari Yordania dan menghajar Nepal 7-0.

Kabar baiknya Timnas Indonesia naik 20 posisi di ranking FIFA dalam sembilan bulan terakhir.
Pada September 2021, Timnas Indonesia menempati peringkat 175 dunia kini menempati 155 dunia.

Apa yang salah? Sektor pelatih dibawah Shin Tae Yong sudah lumayan mengangkat permainan timnas ke level lebih baik.

Mungkin Sepak bola Indonesia butuh lebih dari sekadar prestasi Timnas saja. Menpora dan PSSI harus membenahi sistem sepakbola Indonesia.

Tidak hanya di pengurus di induk olahraganya saja tapi juga sikap pemain, suporter hingga pengelola klub harus dibuat lebih se profesional mungkin. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved