Berita Tanahlaut

BUMDes di Tanahlaut Olah Buah Rambai Jadi Sirup, Orang Jakarta Pernah Membeli

Manfaatkan buah ramai jadi produk bernilai ekonomis, BUMDes Anugerah di Tanahlaut berkreasi membuat sirup dan selai.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Direktur BUMDes Anugerah Desa Sungairasau memperlihatkan sirup dan selai buah rambai yang diproduksinya sejak 2021 lalu.. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selama ini buah pohon rambai jarang tersentuh, banyak yang terbuang begitu saja.

Masak dan berjatuhan di sekitar pohon.

Namun di tangan terampil warga Desa Sungairasau, Kecamatan Kurau, buah pohon yang hidup di tepian sungai tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Catatan banjarmasinpost.co.id, Kamis (14/7/2022), kini di Sungairasau telah hadir sirup dan selai rambai.

Produk ini diproduksi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anugerah di desa setempat.

Baca juga: Pemerintah Desa Banua Anyar Kabupaten Batola Bertekad Kembangkan BUMDes Pengelolaan Sampah

Baca juga: Bisnis Pertashop Milik Bumdes di Tapin Lesu, Terdampak Pertamax Mahal

Harganya pun terjangkau.

Sirup rambai dalam kemasan kecil sekitar 200 mililiter seharga Rp 15 ribu.

Sedangkan selai buah rambai dalam kemasan yang lebih kecil lagi, hanya seharga Rp 10 ribu.

Direktur BUMDes Anugerah, Maria, menerangkan pihaknya memproduksi sirup dan selai rambai tersebut sejak tahun 2021 lalu.

"Buah rambai yang kami gunakan yakni rambai mangrove pidada bogem. Ini pohon rambai yang hidup di daratan. Kalau yang hidup di tepi sungai, itu namanya rambai padi," papar Maria.

Cara pengolahannya cukup sederhana.

Alat yang digunakan hanya wajan biasa.

Buah rambai dipotong-potong lalu direbus hingga mendidih (hancur).

"Kemudan didiamkan hingga dingin sekitar tiga jam. Langkah selanjutnya dicampur gula putih dan direbus lagi," jelas Maria.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved