Religi

Niat Puasa Asyura Dijelaskan Buya Yahya, Tidak Harus Pakai Bahasa Arab

Buya Yahya menjelaskan tentang Puasa Arafah yang dikerjakan setiap 10 Muharram. Simak juga niat Puasa Arafah

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
tribun style
Ilustrasi Puasa Asyura. Berikut niat Puasa Asyura 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selepas bulan Zulhijah 1443 Hijriyah, tahun Islam akan berganti memasuki bulan Muharram 1444 Hijriyah. Buya Yahya menjelaskan niat Puasa Asyura.

Di bulan Muharram terdapat amalan sunnah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lain, yaitu Puasa Asyura.

Puasa Asyura yakni puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini hukumnya sunnah bagi kaum muslim.

Lantas bagaimana niat Puasa Asyura? Apakah boleh digabung dengan puasa sunnah dan qadha puasa wajib?

Baca juga: Hukum Wudhu Setelah Memakai Skincare, Buya Yahya Ingatkan Perubahan Kondisi Air

Baca juga: Asal Muasal Perintah Puasa Asyura Diuraikan Ustadz Abdul Somad, Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Buya Yahya menjelaskan niat puasa tidak harus menggunakan Bahasa Arab dan tidak harus diucapkan secara lisan.

"Kalau Anda ucapkan boleh-boleh saja, dipermudah saja, gara-gara diajari niat Bahasa Arab lalu tidak hafal kemudian tidak puasa nanti. Yang penting sebut nama puasanya misal Ya Allah hamba ingin puasa Asyura tanggal 10 Muharram nanti, Allah sudah paham," jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Waktu pelaksanaan niat dimulai saat maghrib sehari sebelum hari berpuasa atau bisa disebut malam harinya sebelum esok berpuasa.

Cara berniat untuk puasa Asyura, Buya Yahya mencontohkan langsung saja menyebut nama puasanya dalam hati, misalnya Aku niat puasa Asyura.

Apabila puasa Asyura bertepatan di hari Senin atau Kamis, maka boleh digabung dengan puasa Senin Kamis, karena puasa sunnah dengan sunnah boleh digabung menjadi satu.

"Sunnah yang dikumpulkan dalam puasa boleh digabung, kalau shalat tidak. Namun kalau puasa sunnah digabung dengan puasa fardhu tidak boleh," paparnya.

Baca juga: Amalan Doa Ketika Dilanda Musibah Besar, Ustadz Khalid Basalamah Ingatkan Membaca Kalimat Istirja

Menggabung dua atau lebih puasa sunnah mendapatkan pahala sekaligus, sedangkan menggabung puasa wajib dengan sunnah tidak sah atau tidak boleh dilakukan.

Misalnya pada 10 Muharram ada yang ingin sekaligus puasa Asyura dan qadha Ramadhan, tidak boleh demikian.

"Namun, jika ada yang ingin qadha puasa Ramadhan pada tanggal 10 Muharram, bayar saja utang tanggal 10 itu dengan niat bayar utang Ramadhan, sah," tutur Buya Yahya.

Adanya demikian, akan mendapatkan pahala qadha atau utang puasa terlunasi sekalian mendapatkan pahala puasa Asyura dan puasa Senin Kamis.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved