Fikrah

Tanda Haji Mabrur

Tanda haji mabrur adalah ketaatan orang yang berhaji itu bertambah-tambah bukan berkurang.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - HAJI mabrur adalah haji yang hendak dicapai oleh semua orang beriman yang melaksanakan ibadah haji. Bir berasal dari kata Al Birru artinya baik. Haji yang baik maksudnya adalah haji yang diterima Allah SWT, itulah haji yang baik. Maksudnya haji yang diterima oleh Allah SWT.

Ada dua ayat yang memerintahkan haji dan umrah. Pertama berbunyi, “walillahi alannasi hibjulbaiti annistata’a ilaihisabila. Artinya karena Allah lah kepada manusia diwajibkan haji bagi mereka yang mampu berjalan ke sana.” Ayat yang kedua, ”waatummul hajja walumrota lillah. Artinya sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah SWT.”

Ibadah haji dikerjakan pada waktu tertentu yaitu dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Djulhijah. Pada tahun ini wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat yang ditengarai sebagai haji akbar, berkumpul antara kemuliaan hari wukuf dan kemuliaan hari Jumat. Pada tahun ini artinya adalah haji akbar.

Kini umat islam telah selesai mengerjakan ibadah haji. Setelah selesai wukuf di Arafah mereka akan melaksanakan tawaf ifadah yaitu tawaf fardhu, lalu sesudah itu mereka akan melaksanakan tawaf wada’ yaitu tawaf perpisahan dengan Ka’bah.

Alhamdulillah kini kita menunggu kepulangan jemaah haji bangsa kita ke tanah air Indonesia. Kita doakan semoga mereka mendapatkan haji yang mabrur. Watijaratanlantabur artinya haji yang diterima Allah dan usaha yang tidak merugi. Nabi SAW bersabda, “tabi’u bainal hajji walumrati, fainnahumma yanfianizunuba wal pakra. Artinya iringkan lah antara haji dan umrah keduanya menghapuskan dosa dan kefakiran.”

Pada kenyataannya di seluruh dunia ini dan kita lihat di tanah air kita, orang yang sudah berhaji tidak ada yang jatuh miskin. Segala biaya yang dikeluarkan olehnya dalam mengerjakan haji diganti oleh Allah SWT.

Nah kita tahu betapa susahnya melaksanakan ibadah haji, yang memerlukan dana yang banyak dan fisik yang kuat. Allah SWT menyuruh Nabi Ibrahim untuk mencanangkan ibadah haji. Nabi Ibrahim menjawab, “ya Allah, suaraku tidak kuat untuk menyerukan ibadah haji.” Lalu Allah berfirman, “waajjin finnasi alhajja ya’tuka minkullidamirin minfajjin ami. Artinya serukanlah olehmu akan haji (aku yang menyampaikannya), niscaya mereka akan datang dari segenap penjuru dunia yang jauh-jauh.

Pada tahun ini umat islam telah selesai mengerjakan ibadah haji. Mereka akan melaksanakan tawaf wada atau perpisahan dan akan pulang ke tanah air mereka masih menunggu giliran kelompok terbang mereka masing-masing. Kita yang tidak berangkat haji menunggu kepulangan mereka dan menyambut mereka dengan pelukan rindu serta doa semoga mereka mendapat haji yang mabrur.

Kebiasaan di kampung halaman kita dibentangkan kain putih sampai ke muka jalan raya, di mana mobil yang membawa jemaah haji itu turun. Mereka berjalan di atas kain putih pula dan memakai kopiah putih menandakan kesucian mereka setelah menunaikan rukun islam uang ke lima.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved