Yayasan Adaro Bangun Negeri

Kerjasama Adaro dan BKSDA Kalsel, Populasi Belantan di TWA Pulau Bakut Batola Terus Bertambah

Saat ini, terdapat 122 ekor bekantan yang menempati TWA Pulau Bakut di Batola yang memiliki luas 15,58 hektare.

Editor: Eka Dinayanti
yayasan adaro bangun negeri
jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jumlah bekantan yang hidup di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, semakin bertambah.

Hal itu terungkap saat jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7).

Menurut Kepala BKSDA Kalsel, Mahrus Aryadi, saat ini, terdapat 122 ekor bekantan yang menempati pulau seluas 15,58 hektare tersebut.

Jumlah itu terus mengalami peningkatan yang semula hanya 67 ekor pada tahun 2018.

jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7).
jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan
kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7). (yayasan adaro bangun negeri)

“Kondisi yang baik ini tentu tak lepas dari dukungan Adaro selama ini terhadap upaya pelestarian bekantan di TWA Pulau Bakut,” kata Mahrus.

Seperti diketahui, sejak tahun 2018, Adaro bekerjasama dengan BKSDA Kalsel menjalankan program pelestarian bekantan di TWA Pulau Bakut melalui pembangunan sarana dan prasarana.

Di antaranya membangun jalan titian sepanjang 630 meter, 4 buah shelter, 2 buah menara pengamatan satwa, gazebo ukuran 6X8 meter dengan bahan material kayu ulin, fasilitas klinik, serta dermaga terapung ukuran 2X4 meter dengan bahan material kubus apung.

Sedangkan sarana pendukung yang dibangun oleh Adaro di luar kawasan TWA Pulau Bakut antara lain dermaga apung, areal parkir, toilet, loket karcis, dan rambu penunjuk arah.

jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7).
jajaran manajemen Adaro dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan
kunjungan ke TWA Pulau Bakut pada Rabu (13/7). (yayasan adaro bangun negeri)

Ketua YABN sekaligus Project Leader Optimalisasi Pemanfaatan TWA Pulau Bakut Adjie Sapta menjelaskan bahwa Adaro selalu berusaha konsisten ikut melestarikan TWA Pulau Bakut ini melalui pembangunan-pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana di Pulau Bakut.

“Pelestarian di sini adalah sesuatu yang sejalan dengan keinginan dari Adaro sendiri untuk bisa ke depannya menuju ke arah green energy,” kata Adjie.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved