Tajuk

Transparansi sang Bhayangkara

Peristiwa penembakan di rumah perwira bintang dua polisi itu menjadi ujian bagi polisi untuk bertindak transparan dan tegas.

Editor: Eka Dinayanti
Transparansi sang Bhayangkara
Net
Logo Polri

BANJARMASINPOST.CO.ID - BERITA mengenai penembakan, atau mengambil versi polisi, baku tembak antara dua anggota Polri, yakni Brigadir J dan Bharada E, di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri daerah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Barat, Jumat (8/7), masih menjadi perhatian publik.

Adanya kejanggalan dalam kasus ini, rasanya akan terlalu panjang bila dikupas satu per satu. Tapi satu tahapan menuju pengungkapan kasus ini telah dilakukan.

Tim khusus telah dibentuk dengan dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, dan sejumlah perwira tinggi Polri.

Rasanya dengan pengalaman, prasarana yang dimiliki dan keberhasilan mengungkap berbagai kasus besar, bila benar-benar serius kasus ini bakal terang benderang. Ditunggu gebrakan dari tim bentukan Kapolri ini.

Peristiwa di rumah perwira bintang dua polisi ini juga menjadi ujian bagi polisi untuk bertindak transparan dan tegas, guna menjawab semua pertanyaan masyarakat sekaligus mengembalikan kepercayaan kepada korps Bhayangkara.

Sorotan tengah mengarah ke polisi dengan berbagai asumsi, prasangka dan dugaan-dugaan. Publik di media sosial terus merangsek dengan berbagai komentar ‘nakalnya’. Simak saja isi komentar di berita-berita online atau di sosmed, sudah tahu kemana arah pendapat dari masyarakat.

Dan guna menenangkan rasa penasaran masyarakat yang cenderung makin liar, jalan satu-satunya buka kasus ini dengan sejelas-jelasnya. Untuk menjamin terbukanya informasi, sudah pas polisi melibatkan Komnas HAM. Tentu dengan catatan, biarlah Komnas HAM melakukan investigasi dan pencarian faktanya sendiri.

Dalam proses ke sana, bagi media, perlu juga rambu-rambu dan menahan diri agar tidak muncul penghakiman, atau mengamplifikasi isu yang beredar di media sosial. Isu tersebut baru sekadar rumor dan asumsi yang masih harus diuji kebenaran dan dikonfirmasi.

Terakhir, polisi perlu lebih berhati-hati untuk berstatmen yang justru makin membuat informasi simpang siur. Peringatan Menkopolhukam bahwa tidak nyambung antara sebab dan akibat, rasanya pas untuk memberi gambaran sejauh mana kasus ini menjadi makin liar karena penjelasan polisi yang tidak linear dengan fakta satu dengan yang lain.

Di sisi lain polisi juga jangan sampai menjadi pembungkam informasi bagi publik. Tindakan intimidasi ke wartawan yang meliput justru makin membuat masyarakt penasaran, adakah sesuatu yang ditutup-tutupi dalam kasus ini? (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved