Religi

Amalan Khusus di Bulan Muharram Dijelaskan Ustadz Abdul Somad, Simak Lafadz Niatnya

Umat Islam segera menyambut tahun baru 1 Muharram 1444 Hijriyah. Ustadz Abdul Somad menjelaskan amalan khusus yang hanya ada di bulan Muharram.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
youtube BELAJAR MENGAJI
Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang sunnah di bulan Muharam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Umat Islam segera menyambut tahun baru 1 Muharram 1444 Hijriyah. Ustadz Abdul Somad menjelaskan amalan khusus yang hanya ada di bulan Muharram.

Bulan Muharram sendiri adalah bulan pertama di antara 12 bulan dalam sistem kalender Islam, yang mana berarti masuk tahun baru di kalender hijriyah.

Ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Muharram, bahkan ada amalan khusus yang hanya ada di bulan Muharram, tidak dijumpai di bulan-bulan lainnya.

Amalan tersebut sunnah dilaksanakan pada 10 Muharram, ada juga puasa yang dilaksanakan sehari sebelumnya yaitu 9 Muharram.

Baca juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Besok 19 Juli 2022, Wilayah Kalimantan, Jakarta dan Jabar Alami Hujan

Baca juga: Daftar SMAN Terbaik di Indonesia Berdasarkan LTMPT, MAN Cendikia Berada di Peringkat 1

Ustadz Abdul Somad menjelaskan di bulan Muharram satu satu puasa sunnah khusus yang tidak dijumpai di bulan-bulan lain, ialah puasa Asyura.

"Puasa Asyura adalah tanggal 10, namun yang paling bagus puasa itu adalah 9, 10, 11 tiga hari, kalau tidak sanggup tiga hari pilih dua hari 9 dan10 Muharram," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube TAMAN SURGA. NET.

Hal tersebut diperintahkan atau dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam, puasa selama tiga hari bertujuan untuk menyelisihi kaum Yahudi di Madinah yang juga melaksanakan puasa di tanggal 10 Muharram.

Pendakwah yang karib disapa UAS menceritaka, di Madinah ada tiga suku kaum Yahudi, yakni Yahudi Bani Nadhir, Yahudi Bani Quraidhah, dan Yahudi Qainuqa.

"Suku Yahudi tersebut tidak makan dan minum pada tanggal 10 Muharram, Nabi bertanya, 'Ma hadza?' mereka menjawab 'Ha dza yaumun sholihun' Ini adalah hari yang baik, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir'aun laknatullah. Mereka bersyukur kepada Allah dengan berpuasa di tanggal 10 karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa," paparnya.

Nabi Muhammad SAW merasa lebih berhak atas Nabi Musa As, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved