Korupsi di Kalsel

Rugikan Negara Rp 2 Miliar Lebih, Kejaksaan Negeri Tapin Tetapkan RAF Jadi Tersangka

RAF diduga korupsi Rp 2 miliar lebih di PT Pegadaian unit Pelayanan Cabang Rantau ditetapkan Kejari Tapin, Kalsel, menjadi tersangka.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Tersangka RAF saat dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rantau di Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (18/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tersangka inisial RAF ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (18/7/2022).

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan surat Nomor: B-907/0.3.17/Fd.1/07/2022 tanggal 18 Juli 2022.

Tersangka RAF diduga menyalahgunakan Proses Penyaluran Kredit Cepat Aman (KCA) pada PT Pegadaian unit Pelayanan Cabang Rantau pada Kantor Cabang Barabai, Kantor Wilayah IV Balikpapan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai Tersangka, Penyidik Kejaksaan Negeri Tapin melakukan penahanan berdasarkan surat Penahanan di tingkat penyidikan Nomor : PRINT-12/O.3.17/Fd.1/07/2022 tanggal 18 juli 2022," urai Kepala Kejaksaan Negeri Tapin, Adi Fakhruddin.

Baca juga: Tak Hadir Karena Alasan Sakit, Kesaksian Isteri Abdul Wahid Batal Diperdengarkan di Persidangan

Baca juga: Korupsi di Kalsel, Ini Kerugian Negara akibat Penyalahgunaan Dana Desa oleh Kades Barugelang Tanbu

Baca juga: Judi Sabung Ayam di Desa Tirik Tapin Kalsel, Pemilik Tempat Intensif Diperiksa

Baca juga: Hamili Pacar yang Masih di Bawah Umur, Pemuda Tapin Kabur ke Banjarmasin

Pertimbangan dilakukan penahanan oleh Tim Penyidik, lanjutnya, yaitu dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulang tindak pidana.

"Tersangka RAF ditahan di Rutan Rantau selama 20 hari ke depan," sebutnya.

Mengenai perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Proses Penyaluran Kredit Cepat aman (KCA) pada PT Pegadaian, berdasarkan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan BPKP Kalsel sebesar Rp 2.720.680.000.

"Sebelum dilakukan penahanan, tersangka RAF terlebih dulu dilakukan pemeriksaan Rapid Antigen serta memperhatikan protocol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved