Kriminalitas Kalsel

Berjanji Tak Nipu Lagi, Begini Alasan Ibu Muda di Pelaihari Ini Lakukan Modus Minta Uang Kembalian

Menyesal dan berjanji tak lagi mengulangi perbuatannya. Rina (21) mengungkap motifnya hingga lakukan modus penipuan minta uang kembalian

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
SEJUMLAH pedagang membawa pelaku penipu modus minta uang kembalian, Rina (kedua kanan), ke Polsek Pelaihari untuk menandatangani pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyesalan memang selalu muncul belakangan. Begitu pula dengan Rina (21), warga Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ibu rumah tangga ini mengaku menyesali perbuatannya menipu kalangan pedagang bermodus meminta uang kembalian.

"Saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," ucapnya saat berada di Polsek Pelaihari, Selasa (19/7/2022).

Perempuan mungil itu bersama sang suami serta anak laki-lakinya yang masih berusia satu tahun sepuluh bulan. Ia berada di Mapolsek Pelaihari bersama kalangan pedagang Pelaihari yang menjadi korban aksi tipu-tipunya.

Baca juga: Ramai-ramai Dibawa ke Polsek Pelaihari, Penipu Minta Uang Kembalian Diminta Bikin Pernyataan

Baca juga: Bongkar Penipuan Jual Beli Oli, Polresta Banjarmasin Buru Penadah

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Pecatan Polisi Tipu Korbannya di Tanahbumbu hingga Rp 125 Juta dengan Modus Ini

Kalangan pedagang tersebut sebelumnya telah bermufakat dengan Rina untuk bertemu di Mapolsek Pelaihari. Tujuannya agar Rina menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan (menipu) dengan modus meminta uang kembalian.

Terkait aksinya itu, Rina menuturkan dikarenakan impitan ekonomi. Sang suami hanya buruh tukang timbang getah karet yang hasilnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Dalam seminggu suami saya cuma tiga kali dapat kerjaan ngambil upah nimbang getah karet. Upahnya cuma Rp 40 ribu sekali turun, tak cukup untuk biaya hidup," papar Rina.

Sementara itu kebutuhan sang anak yang masih batita juga tak bisa ditunda-tunda. Belum lagi, sebutnya, biaya sewa bulanan kost yang ia tempati di kawasan belakang Pasar Hewan Saranghalang.

"Saya tak punya keterampilan apa-apa. Jadi, ya terpaksa melakukan ini agar dapat uang untuk keperluan hidup," tandasnya.

Ia mengaku merantau ke Pelaihari tahun 2018 lalu setelah menikah. Sebelumnya dirinya bersama sang suami tinggal di Kereng Bengkirai, Palangkaraya.

Terkait aksi tipu-tipunya meminta uang kembalian saat berbelanja ke warung, Rina mengaku hasilnya pun tak seberapa. 

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Mengaku Kepala Lapas Banjarbaru, Warga Tala Kuras Uang Korban Rp 61 Juta

Sehari ia mengaku hanya beraksi satu kali. Hasilnya puluhan ribu, kadang Rp 30-40 ribu, kadang Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu.

Tiap beraksi, ia mengaku telah menyerahkan uang dengan nominal Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu. Padahal ia tak pernah menyerahkan uang kepada pedagang. 

Barang yang ia beli umumnya hanya senilai Rp 10 ribu atau belasan ribu. Ia memanfaatkan kesibukan pedagang melayani pembeli sehingga lebih mudah mendapatkan hasil karena umumnya pedagang enggan berdebat.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

 

  • Berita Terkait :#Kriminalitas Kalsel
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved