Tajuk

Entaskan Blank Spot

Ada 316 desa di Kalsel yang tersebar di 12 kabupaten kota, belum bisa berselancar di dunia maya lantaran tak ada jaringan.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Warga Tebingsiring menaikkan modem dengan cara menarikmya ke atas bak menarik sangkar burung.. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SAAT warga kota menikmati dan aktif memanfaatkan teknologi berbasis internet dan aktivitas pun mulai banyak beralih ke sistem daring alias online, hal itu ternyata belum bisa dinikmati oleh warga desa sepenuhnya.

Faktanya, masih banyak desa di Kalimantan Selatan yang teriolasi tanpa jaringan komunikasi alias blank spot.

Bahkan berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, sedikitnya ada 316 desa di Banua yang tersebar di 12 kabupaten kota, belum bisa berselancar di dunia maya lantaran tak ada jaringan.

Hanya Banjarmasin yang sudah tercover jaringan internet 100 persen.

Sebagaimana disebutkan Kadiskominfo Kalsel, HM Muslim, blank spot di Kalsel tersebar di sejumlah kabupaten/kota seperti Kabupaten Barito Kuala sebanyak 64 desa dari 201 jumlah desa yang ada, disusul Kabupaten Banjar 46 desa dari 277 jumlah desa, dan Kabupaten Tanahlaut 45 desa dari 135 jumlah desa.

Kemudian Kabupaten Kotabaru masih terdapat blank spot sekitar 38 desa, Hulu Sungai Tengah 33 desa, Hulu Sungai Selatan 32 desa, Tanahbumbu 18 desa, Balangan 16 desa, Hulu Sungai Utara 9 desa, Tapin 6 desa, Tabalong 7 desa. Sedangkan di Banjarbaru masih ada dua titik wilayah di dua kelurahan.

Sebanyak 316 desa tentu bukan angka yang sedikit. Sementara tuntutan kemajuan zaman, jaringan internet sudah menjadi kebutuhan yang memang sangat diperlukan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah, antara lain memohon Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memberikan bantuan pengadaan Base Transceiver Station (BTS) dalam rangka mengatasi area blank spot di Kalsel.

Sejumlah provider penyedia layanan telekomunikasi di Kalsel pun digandeng untuk membangun BTS di daerah yang masih terdapat blank spot.

Tahun ini, beberapa provider telah membangunkan BTS, seperti XL Axiata membangun BTS di 12 titik desa blank spot, kemudian satu titik oleh Indosat, dan satu titik oleh Smartfren.

Memangsudah sepantasnya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kominfo meminta Kementerian Kominfo untuk membantu mengentaskan desa-desa blank spot dengan mendirikan BTS-BTS di daerah yang memang belum tercover.

Bukan hanya mengusul, bila perlu mendesak Kementerian Kominfo dan lebih intens berkomunikasi dengan pihak kementerian agar bisa segera terealisasi.

Sudah sepantasnya pula Pemprov Kalsel mendorong provider untuk mau bahu membahu mendirikan BTS di desa-desa yang masih blank spot.

Dalam hal ini, kepedulian provider juga diperlukan untuk kebersamaannya membangun Banua.

Bukan sekadar berhitung untung dan rugi, diperlukan kepedulian mereka sebagai bentuk sumbangsih di bumi tempat mereka menjalankan bisnis. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved