Kampusiana

Pendidikan IPS FKIP ULM Adakan Workshop Implementasi Penulisan Jurnal Internasional Terakreditasi

Program Studi PIPS FKIP ULM Kalsel mengadakan workshop penulisan ilmiah sehingga layak diterbitkan di jurnal internasional yang telah terakreditasi.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
NADIATUL ILMI UNTUK BPOST
Suasana orkshop implementasi penulisan jurnal internasional terakreditasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan, mengadakan workshop.

Mterinya mengenai implementasi penulisan jurnal internasional terakreditasi, mengangkat tema 'On Evaluating The Eligibility Of Publication In Reputable Journal Applying The Concept'.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dirjen DIKTI Nomor 20150/E/T/2011 tentang kebijakan unggah karya ilmiah.

Dan, SE Dirjen DIKTI No 152/E/T/2012 tentang wajib Ilmiah bagi S1, S2, dan S3, serta Permendiknas No 17 tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di perguruan tinggi. 

Bagi perguruan tinggi, penulisan jurnal terpublikasi secara internasional dinilai penting

Baca juga: Daftar 50 Kota Gunakan My Pertamina Beli Pertalite, Jakarta, Banjarmasin dan Banjarbaru Termasuk

Baca juga: Kasus Suap IUP Mardani di Tanbu Kalsel, Sejumlah Saksi dari Perusahaan Tambang Turut Diperiksa KPK

Namun saat ini keterbatasan dan pengetahuan terkait cara penulisan, proses penerimaan jurnal internasional, dianggap masih minim, sehingga masih banyak tulisan ilmiah dari ULM yang tidak dapat dicetak.

Berkaitan hal tersebut, Prodi PIPS FKIP ULM mengadakan workshop yang berkelanjutan.

Ketua Prodi PIPS FKIP ULM, Dr Syaharuddin, berharap, setelah dilaksanakannya kegiatan workshop, dapat meningkatkan jumlah artikel yang dipublis dan di submit pada Frontiers in Education.

"Semoga ke depan lebih banyak lagi artikel yang layak untuk dapat dipublis, dan disesuaikan dengan tamplate jurnal Frontier In Education," ucapnya, Selasa (19/7/2022)

Sementara itu, Dr Muhammad Iqbal sebagai narasumber, mengatakan, bahwa dalam penulisan jurnal internasional, banyak sekali peserta yang masih mengalami kesulitan.

Baca juga: Kabar Sebagian Guru PPPK Ditempatkan di Luar Provinsi, Disdikbud Kalsel Sebut Masih Memerlukan

Baca juga: Diangkat PPPK Tanpa Tes, Sebanyak 349 Guru Honorer di Kalsel Terancam Ditempatkan di Luar Provinsi

Terlebih pada penulisan, hal tersebut berkaitan dengan langkah untuk menemukan Novelty atau unsur yang baru dari sebuah penelitian tersebut.

Sebab menurutnya, untuk bisa menemukan unsur baru dari tulisan memerlukan usaha tinjauan dan literatur review dan wawasan yang luas.

"Sedangkan kelemaham kita dalam penulisan ini adalah pada tinjauan pustaka yang tidak kuat, sehingga novelty-nya tidak kuat juga," ujarnya.

Selain uraian tersebut, Dr Muhammad Iqbal juga menyampaikan harapannya setelah peserta mengikuti Workshop ini.

"Saya mengharapkan semoga peserta setelah mengikuti kegiatan ini mendapatkan wawasan dalam penulisan jurnal internasional. Bagaimana penerimaan jurnal internasional dan mengetahui karakter-karakter, dan bagaimana agar tulisan dapat di terima pada jurnal internasional," harapnya.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Kalsel, Hakim MK Setujui Permohonan Wali Kota Banjarbaru Sebagai Pihak Terkait

Baca juga: Sidang Lanjutan Sengketa Perpindahan Ibu Kota Kalsel, Arteria Dahlan Sebut Ada Pembangkangan

Workshop ini merupakan kegiatan lanjutan dengan tema yang sama. Sebelumnya, Prodi PIPS FKIP ULM juga mengadakan workshop yang memberikan informasi terkait konseptual dan gagasan penulisan jurnal internasional.

Selain Dr Muhammad Iqbal, ada beberapa narasumber lainnya pada kegiatan ini, di antaranya Prof Dr Sutarto Hadi, Prof Dr Ersis Warmansyah Abbas dan Dr Ismi Rajiani.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved