Kriminalitas Kalsel

Penipu Modus Minta Uang Kembali Beraksi di Pelaihari, Korban Ramai-ramai Bawa Wanita Ini ke Polsek

Seorang wanita di Pelaihari ramai-ramai dibawa sejumlah pedagang ke Polsek Pelaihari karena aksi bermodus meminta kekurangan uang kembalian

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
PEEMINTAAN MAAF - Penipu dengan modus minta uang kembalian, Rina (tengah), bersama perwakilan pedagang yang menjadi korban memperlihatkan surat pernyataan pelaku yang berjanji tidak lagi mengulangi perbuatan. Mediasi dilakukan di Polsek Pelaihari, Selasa (19/7/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seorang wanita 21 tahun di Pelaihari ramai-ramai dibawa sejumlah pedagang di Kota Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Provinsi Kalsel ke Polsek Pelaihari karena aksinya yang meresahkan, Selasa (19/7/2022) pukul 10.20 Wita.

Wanita bernama Rina itu kerap melakukan penipuan bermodus meminta kekurangan uang kembalian kepada para pedagang di Kota Pelaihari.

Warga kos-kosan di Saranghalang Pelaihari itupun diminta membuat surat penyertaan minta maaf dan diminya untuk tidak mengulangi perbuatannya

"Tujuan kami membawa pelaku ke kantor polisi untuk memberi efek jera. Sekaligus agar pelaku membikin pernyataan tertulis tidak mengulangi perbuatan dengan disaksikan pak polisi," ucap Agus, salah satu pedagang.

Pedagang tela-tela di kawasan Balerejo, Pelaihari, ini menuturkan ulah pelaku cukup merugikan pedagang. Pasalnya, saat pelaku meminta uang kembali padahal tidak pernah menyerahkan uang, namun umumnya pedagang tetap memberikan uang kembalian yang diminta pelaku.

Baca juga: HEBOH BANGET - Viral Penipu Kembalikan Uang Curian setelah Tahu Korbannya Anak Yatim

Baca juga: Perdaya Karyawan, Begini Modus Komplotan Penipu Bawa Kabur Dua Unit AC dari UFO Palangkaraya

Baca juga: Penipu Jual Beli Solar Raup Hampir Rp 1 Miliar, Tiga Tersangka Dibekuk Macan Kalsel

Hal itu lantaran banyak pembeli sehingga pedagang cenderung tidak ingat dan tidak hafal wajah para pembeli.

Pedagang bingung, antara percaya dan tidak percaya meski sebenarnya dalam hati meyakini pelaku tidak ada menyerahkan uang.

Umumnya mengalah dan memberikan uang kembalian yang diminta pelaku, karena jika berdebat pembeli lain tidak terlayani. Juga enggan ribut-ribut di hadapan pembeli lain. 

Seperti pengalamannya tahun lalu dengan pelaku yang sama. Kala itu Agus yakin pelaku tak ada menyerahkan uang Rp 50 ribu, tapi tetap bersikeras telah menyerahkan uang. 

"Saya cek di laci cuma ada selembar Rp 50 ribu yang diserahkan pembeli lain. Untungnya kemudian pembeli lain bersuara dan menyatakan bahwa pelaku memang tak ada menyerahkan uang. Karena ada saksi saya menjadi sangat yakin," papar Agus.

Ia menuturkan pelaku tersebut telah beraksi sejak 2021 lalu dan kala itu pun juga ramai menjadi pembicaraan di sosial media.

Lantaran terbukti hanya modus, saat itu juga kemudian pelaku menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

"Eh, ternyata sekarang mengulangi lagi. Sama bulan Juli juga beraksinya. Saya tanya kawan-kawan pedagang lain di Pelaihari, ternyata banyak juga yang menjadi korban modus minta uang kembalian. Karena itu kami sangat geram dan terpaksa membawa pelaku ke polisi," tutur Agus.

Pedagang lainnya, Fatma menuturkan juga menjadi korban. Terkini, pedagang pencok dan es buah di Lapangan Tugu Pelaihari ini didatangi pelaku, beberapa hari lalu, dengan modus meminta uang kembalian padahal tidak ada menyerahkan uang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved