Berita Kalbar

Anggota TNI Amankan 3 Orang Diduga Pekerja Migran di Jalan Tikus

Personel Batalyon Infanteri (Yonif) 645/Garda Tama Yudha (GTY) saat patroli mengamankan 3 WNI di jalur dekat perbatasan Malaysia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/PEN Yonif 645/GTY
Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 645/Garda Tama Yudha (GTY) mengamankan warga yang diduga pekerja migran non prosedural, saat berada di jalan tikus, wilayah Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (20/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Bekerja di Negeri Jiran dengan impian mendulang banyak Ringgit, melalui cara ilegal, masih saja ada yang mencoba melakukan.

Mereka tidak melalui jalur resmi, sering disebut jalur tikus yang dikiranya mudah dan aman dilintasi.

Tentu saja perkiraan itu salah karena dijaga para petugas, terlebih dari Indonesia yang di perbatasannya terdapat prajurit TNI.

Hasilnya, berulang kali terungkap upaya ilegal yang berhasil digagalkan.

Baca juga: Usai Kadiv Propam, Kini Kabiro Paminal dan Kapolres Jakarta Selatan Turut Dinonaktifkan

Baca juga: Terkait Dugaan Suap IUP di Tanahbumbu Kalsel, Hari Ini Adik Mardani Diperiksa KPK

Seperti yang baru saja terjadi di wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) kawasan Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Tiga orang warga Indonesia yang sedang berada di jalur tikus segera saja diamankan personel Batalyon Infanteri (Yonif) 645/Garda Tama Yudha (GTY), Rabu (20/7/2022).

Menurut Dansatgas Yonif 645/Gty Letkol Inf Hudallah, SH, tiga orang WNI itu diberhentikan, diperiksa dan diamankan oleh Tim Patroli Satgas Pamtas dipimpin Sertu Hersa Saputra beserta empat orang anggota.

Anggota patroli, lanjutnya, melihat orang berjalan dari arah jalan tikus yang kemudian didekati dan ternyata 3 orang WNI yang diduga PMI Non Prosedural.

Baca juga: Petugas Evakuasi Jenazah di Batakan Kabupaten Tanah Laut dengan Cara Diikat di Sepeda Motor

Baca juga: BREAKING NEWS : Warga Batakan Kabupaten Tanahlaut Kalsel Heboh, Ditemukan Mayat dalam Kondisi Begini

"Tiga orang tersebut langsung diamankan anggota untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, anggota SSK 1 atas nama  Sertu Hersa Saputra melaporkan kejadian tersebut kepada Dan SSK 1 Koki Sajingan Terpadu atas nama Kapten inf Ikhwan Hadi Putra," urainya.

Kemudian, Kapten Inf Ikhwan Hadi Putra melaporkan kepada Dansatgas. Selanjutnya, Dansatgas Pamtas Yonif 645/Gty memerintahkan agar menyerahkan 3 orang itu ke Imigrasi PLBN Aruk untuk didata sesuai prosedur.

"Kemudian, diserahkan ke Kantor Imigrasi Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak Wilker PLBN Aruk guna menjalani pengecekan protokol kesehatan, terkait penanganan penyebaran Covid-19, untuk dites antigen dan diswab," jelasnya.

Upaya pengetatan jalur perbatasan, sambungnya, dilakukan oleh seluruh jajaran personel Satgas Yonif 645/Gty untuk mencegah masuknya barang ilegal, narkotika dan tindak kejahatan lain.

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Jadi Pihak Terkait Sengketa Ibu Kota Kalsel, Ini Respon Pemko Banjarmasin

Baca juga: Sengketa Pemindahan Ibu Kota Kalsel, Kuasa Hukum Pemko Banjarmasin Tepis Anggapan Ada Pembangkangan

Setiap PMI dari Malaysia yang masuk ke Indonesia, harus melalui serangkaian pemeriksaan, baik dokumen barang bawaan maupun pemeriksaan protokol kesehatan Virus Corona (Covid-19).

"Kami akan terus memperketat jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus perbatasan, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah pelintas batas dan barang secara ilegal," tegasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Tiga WNI Diduga PMI Non Prosedural Diamankan Satgas Pamtas di Sambas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved