Tajuk

Full Day Full Enjoy

Ada enam SMP Negeri di Banjarmasin melaksanakan sistem belajar Full Day di antaranya SMP Negeri 1, 2, 6, 7, 9 dan 24.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
SMPN 6 Banjarmasin akan menerapkan sekolah sehari penuh 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PADA tahun ajaran 2022/2023, ada yang baru bagi sejumlah sekolah di Banjarmasin.

Ya, sedikitnya ada enam SMP Negeri di Banjarmasin melaksanakan sistem belajar Full Day di antaranya SMP Negeri 1, 2, 6, 7, 9 dan 24. Semuanya mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

Sebelum bisa menjadi sekolah yang melaksakan full day, semuanya harus melalui tahapan verifikasi, meliputi ketersediaan ruang tempat ibadah, guna memfasilitasi siswa yang muslim untuk Salat Zuhur dan Ashar di sekolah.

Kemudian kantin yang representatif, tujuannya agar siswa bisa mendapatkan makanan yang sehat.

Selain itu sekolah juga harus mendapatkan persetujuan, baik dari orangtua siswa maupun komite sekolah.

Sebenarnya, full day telah dilaksanakan sejumlah swasta di Banjarmasin. Bahkan, kebijakan ini telah berlangsung cukup lama.

Terbukti, meski berstatus swasta, sekolah itu mampu bersaing, malah prestasinya lebih unggul dari sejumlah sekolah negeri.

Namun, kebijakan full day school ini bukan tak ada efek buruknya. Bisa saja, anak-anak yang menjalani akan diliputi stres.

Hal ini sudah diingatkan oleh Pengamat Pendidikan FKIP ULM Moh Yamin pada 2017, ketika wacana full day untuk sekolah-sekolah negeri digulirkan.

Sebab belajar dilangsungkan dalam waktu yang panjang dan lama, anak-anak pun kehilangan masa bermain.

Selain itu, ini juga menimbulkan tekanan psikologis yang tinggi karena tidak semua anak didik dapat berpikir akademis tingkat tinggi.

Ini adalah niscaya tentang keberagaman kemampuan setiap anak didik yang tidak bisa disamakan.

Oleh karenanya, kebijakan full day school harus mempertimbangkan input anak didik, kesiapan sekolah, dan kesiapan daerah. Pendidikan merupakan tugas bersama, maka marilah membenahi masalah pendidikan secara kolektif.

Kehadiran orangtua siswa, masyarakat, sekolah, dan negara wajib sama sama hadir demi melahirkan sekolah dan suasana belajar yang menyenangkan, membelajarkan, dan mencerahkan.

Memang, meski waktu belajar lebih lama, perlu adanya sistem yang diterapkan oleh sekolah agar anak tetap enjoy.

Misalnya, ketika belajar pagi, dijejali berbagai teori, namun siang sampai sore lebih banyak praktik, diskusi dan pelajaran yang menyenangkan. Kalau ada kesempatan untuk tidur siang.

Bukan hanya itu, fasilitas yang menunjang kenyamanan selama belajar harus terjamin.
Jangan sampai ruangan kelasnya panas. Kemudian, ketika suntuk tersedia taman yang bisa digunakan untuk belajar.

Intinya, siswa tetap nyaman bersekolah. Jika memang siap, silahkan. Tapi, jika belum siap, jangan memaksa demi prestise. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved