Berita Banjarmasin

Canangkan GBBI di Banjarmasin, Luhut Sebut 5 Daerah di Kalsel Masih Belum Tayangkan E-Katalog Lokal

Menko Bidang kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada lima daerah di Kalsel yang belum menampilkan E-Katalog lokal

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Menko Bidang kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Mendagri, Tito Karnavian, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor serta beberapa pejabat lainnya, termasuk kepala LKPP RI, membuka acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang dipusatkan di Siring Nol Kilometer, melalui prosesi tepuk mayang, Jumat (22/7/2022), tanda dimulainya acara GBBI.    

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menko Bidang kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Mendagri, Tito Karnavian, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor serta beberapa pejabat lainnya, termasuk kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Peemerintahan (LKPP) RI, membuka acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang dipusatkan di Siring Nol Kilometer,  Jumat (22/7/2022), tanda dimulainya acara GBBI. 

Dalam sambutannya, menteri Luhut menekankan kepada daerah harus aktif mendampingi UMKM, dan meningkatkan kualitas, perluasan pasar di ekosistem digital hingga optimalisasi anggaran belanja untuk UMKM.

Bahkan sebelumnya, guna memaksimalkan produk dalam negeri, Luhut menginstruksikan kepala daerah dan bupati untuk memanfaaatkaan produk UMKM lokal Indonesia dalam belanja daerahnya. Bahkan dia menargetkan 1 juta produk masuk dalam e-katalog hingga akhir tahun 2022. 

Dari catatan Luhut, masih banyak daerah yang belum menerapkan kebijakan e-katalog ini. 

"Di Kalsel masih ada lima Kabupaten/Kota di Kalsel yang belum menayangkan e-katalog lokal," kata Luhut tanpa merinci lima daerah tersebut. 

Baca juga: Sebanyak 600 Produk UMKM Kalsel Akan Ditampilkan di Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Baca juga: Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Akan Digelar di Banjarmasin

Bahkan dari catatan dia, pada Transaksi di e-katalog lokal Kalsel juga masih minim, sekitar 140 juta dari 70 etalase yang sudah tayang. 

Karena itu, Kepala Daerah agar segera mengaktivasi Tim Percepatan Peningkatan Penggunaan Dalam Negeri  (P3DN) yang telah dibentuk dan mengawal percepatannya. 

Luhut, pada kesempatan itu berima kasih Kepala LKPP dapat berhadir.

"Pak Anas melakukan banyak inovasi dalam sistem pengadaan barang jasa Pemerintah. Kami mepihat, komitmen alokasi belanja PDN oleh K/L, Pemda dan BUMN tercatat sebesar 876 triliun. Per 18 Juli 2022 realisasinya sebesar 310,24 triliun, atau 35,4 persen," urainya. 

Sebagai catatan realisasi Pinjaman Dalam Negeri (PDN) di Provinsi Kalsel, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kotabaru sudah lebih dari 40 % . Namun masih ada 1 kabupaten yang realisasi 5 % , agar menjadi perhatian.

Dia juga menjelaskan e-kalaog ini bisa menghemat 20 -25 persen.

"Jangan anggap UMKM itu kuliner saja.  Tapi masih banyak produk lainnya diluar kuliner. Dari e-Katalog, juga bisa menciptakan lapangan kerja serta Keeasi anak-anak kita bisa berkembang," kata diaa. 

Selain soal e-katalog, pada penyelenggaraan Harvesting Gernas BBI Kalimantan Selatan hari ini, bertempat di Taman Siring Nol Kilometer, Luhut menyinggung peerang Perang Rusia-Ukraina berdampak pada kenaikan harga energi dan pangan, dan berpotensi mendorong perlambatan  pertumbuhan ekonomi dunia. 

Namun demikian, Indonesia dinilai memiliki kinerja, yang relatif cukup baik, dibandingkan dengan negara dunia lainnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved