Opini Publik

Anak Indonesia Wajib Bebas Perundungan

praktik perundungan di kalangan anak-anak menjadi salah satu problem serius pada saat sekarang ini.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Irma Suryani, (Pemerhati Pendidikan Anak) 

Yang juga tidak kalah krusial yaitu jangan ada bahan/materi ajar, metode pembelajaran serta aktivitas belajar, baik itu intra kurikuler maupun ekstra kurikuler, di lingkungan sekolah yang mengandung muatan-muatan perundungan. Pesan-pesan antiperundungan sebaiknya pula diperkenalkan melalui materi ajar pendidikan bahasa, seni, sains, sejarah maupun materi ajar lainnya.

Khusus terkait dengan perundungan siber, para orangtua dapat berperan aktif dalam ikut mencegahnya. Caranya dengan disiplin mengawasi aktivitas online anak-anak mereka. Pantaulah secara teratur penggunaan gawai dan akses internet anak. Jangan malas untuk mempelajari cara kerja berbagai aplikasi dan situs jejaring sosial. Jangan sampai gaptek sama sekali. Ikuti akun medsos anak Anda.

Luangkan waktu dan berdiskusilah secara teratur dengan anak mengenai aktivitas online mereka. Pastikan bahwa Anda sebagai orangtua selalu siap membantu anak jika sesuatu yang kurang pantas, atau membuat jengkel serta membahayakan menimpa mereka.

Jangan pernah meremehkan tindakan perundungan siber, sekecil apa pun, dengan cara mengabaikannya. Sebagai orangtua, Anda perlu responsif tatkala melihat perubahan perilaku anak. Tak jarang, anak enggan atau sungkan memberi informasi ihwal siapa yang telah menyakitinya di dunia maya. Mungkin karena ia takut atau ada sebab-sebab lainnya. Jika ini terjadi, Anda perlu memastikan mereka merasa yakin bahwa Anda benar-benar dapat membantunya. Orangtua harus mengajari anak bahwa tidak ada yang berhak menyakiti orang lain.

Doronglah anak agar berani bicara ketika ada indikasi terjadinya tindakan perundungan anak, baik yang menimpa dirinya ataupun yang menimpa orang lain. Tunjukkan kepada mereka bahwa tindakan perundungan siber adalah tindakan yang salah dan tidak boleh terus dibiarkan.

Jika perundungan siber melibatkan teman-teman anak di sekolah, sebaiknya diskusikan masalahnya dengan melibatkan pihak sekolah agar pihak sekolah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Ketika perundungan siber telah mengarah kepada ancaman kekerasan fisik atau intensitasnya terus meningkat serta berisiko mengancam keselamatan anak, jangan pernah ragu untuk secepatnya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, sehingga hal-hal yang lebih buruk, yang mungkin saja terjadi, dapat secepatnya pula dicegah.

Kita menaruh harap virus perundungan tidak semakin banyak menulari generasi muda kita. Kita sama sekali tidak ingin mereka tumbuh dengan perilaku agresif yang bukan hanya akan merugikan orang lain, tetapi juga akan merugikan diri mereka sendiri. Kita semua wajib melindungi anak-anak kita dari segala bentuk aksi perundungan. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved