Tajuk

Urgensi Booster Kedua

Capaian vaksinasi booster baru 26 persen atau sekira 54 juta dosis yang disuntikkan.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Suasana vaksinasi booster di Balai Kota Banjarmasin untuk ASN dan Non ASN, pada Kamis (24/2/2022).   

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan RI berencana memberikan vaksin covid-19 dosis keempat atau vaksin booster kedua.

Rencana tersebut mengemuka di tengah laju vaksinasi covid-19 dosis ketiga yang belum mencapai 50 persen dari total sasaran.

Dikutip dari situs vaksin.kemkes.go.id, pukul 20.00 Wita 22 Juli 2022, terungkap capaian vaksinasi booster baru 26 persen atau sekira 54 juta dosis yang disuntikkan.

Sedangkan vaksinasi dosis kedua 81,51 persen, dan vaksinasi dosis satu sebanyak 97,06 persen.

Adapun sasaran vaksinasi 208.265.720 penduduk di Indonesia yang terdiri dari tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan dan masyarakat umum, serta usia 12-17 tahun.

Berdasarkan data itu, mungkin akan muncul pertanyaan terkait urgensi vaksin booster kedua.

Terlebih, belakangan ini pemerintah malah memberikan sejumlah pelonggaran kepada masyarakat.

Di beberapa wilayah, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah tidak banyak diberlakukan lagi, dan sebagian menerapkan PPKM level 1.

Aktivitas masyarakat juga hampir kembali normal dari berbagai bidang.

Namun di tengah kondisi yang dianggap kian membaik itu, kita tentu tidak boleh lengah. Sebab penyakit akibat virus SARS-CoV-2 yang kini punya banyak mutasi itu masih mengintai.

Data Satgas Covid-19 per 22 Juli 2022, bertambah 4.834 kasus positif baru dan kasus aktif 38.239.

Melakukan vaksinasi menjadi salah satu cara menekan angka kasus positif covid-19 di Indonesia, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Terkait vaksin booster kedua, pemerintah mengaku punya alasan.

Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril, menjelaskan pertimbangannya antara lain terkait masa antibodi pascavaksinasi hanya bertahan selama enam bulan.

Jika pandemi masih terus berlanjut, tentunya vaksinasi booster sebagai penguat antibodi dibutuhkan khususnya pada kelompok rentan.

Seperti diketahui, program vaksinasi di Indonesia sudah dilakukan sejak Januari 2021. Sedangkan vaksinasi booster dimulai pada 12 Januari 2022.

Artinya saat ini mulai memasuki bulan keenam setelah program booster diluncurkan.

Menghadapi penyakit yang masih menjadi momok ini, kita memang tidak boleh gegabah.
Mengikuti anjuran pemerintah, termasuk soal vaksinasi booster kedua, bisa saja menjadi hal terbaik yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu menyudahi pandemi ini.

Tentu saja, kita berharap dalam implementasinya nanti pemerintah bisa menjamin pelaksanaannya sesuai prosedur yang benar dan menjaga kualitas vaksin yang disalurkan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved