Berita HST

Jalan Longsor di Alat Kabupaten HST Sudah Disiring, Warga Berharap Jalan Rusak Juga Diaspal

Warga Desa Alat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap jalan yang telah disiring agar tidak longsor, bisa dilanjutkan dengan pengaspalan.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Jalan yang sudah disiring di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. Namun, jalan belum beraspal ini mulai berlubang-lubang, Minggu (24/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Penyiringan telah dilakukan di tepi jalan yang longsor di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagian telah dilakukan pemerintah di desa setempat di lingkungan RT 02.

Di lokasi itu, separuh badan jalan sempat ambles terbawa arus sungai saat banjir bandang pada Januari 2021. Sedangkan kondisi sungainya kini bertambah lebar.

Pantauan di lokasi saat Minggu (24/7/2022), sepanjang sekitar 150 meter tepi jalan ini sudah disiring beton.

Sedangkan bagian jalan yang tanahnya ambles atau hilang, sudah diuruk dan dilakukan pengerasan dengan pasir dan batu. Namun, kondisi jalannya kini mulai berlubang-lubang.

Baca juga: Tersangka Pencuri Kulit Alis dan Kelopak Mata Jenazah Diobservasi di RSHD Barabai Kalsel

Baca juga: Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Kejati Segera Tetapkan Tersangka

Baca juga: Perkara Dugaan Korupsi HKN Banjarmasin Tahun 2021, Kajati Kalsel : Segera Periksa Ahli dan Simpulkan

“Penyiringan dilakukan pada Desember 2021 dan selesai Januari 2022,” ungkap Halidah, warga Desa Alat kepada Banjarmasinpost.co.id.

Diketahui, Halidah adalah warga yang merelakan tanahnya sepanjang 100 meter digunakan untuk siring dan pelebaran jalan tersebut dengan ganti rugi sekedarnya.

Sebelumnya, tempat pembangunan siring sampai tepi sungai adalah kebun karet milik Halidah.

“Tapi demi kepentingan orang banyak, kami tak mempersulit pemerintah. Kami rela saja diberi kompensasi Rp 5 juta karena yang penting jalan diperbaiki dan tepi sungainya disiring,” ungkapnya.

Meski demkian, Halidah dan warga lainnya berharap, jalan sepanjang sekitar 150 meter yang sudah pengerasan tersebut juga diaspal.

Baca juga: Rentan Alami Kecelakaan Saat Bertugas, Sopir Damkar di Banjarmasin Jalani Pelatihan Mengemudi

Baca juga: Ceburkan Diri ke Sungai Usai Serang Penonton Japin di Tapin Kalsel, Pria Ini Ditemukan Tewas

Baca juga: Diduga Hindari Tabrakan, Satu Mobil Seruduk Bangunan di Jalan Perdagangan Banjarmasin

Begitu pula tepi sungai longsor yang belum disiring agar pembangunan siring betonnya bisa dilanjutkan.

“Kami memahami pemerintah tak bisa memperbaiki sekaligus karena terbatasnya angggaran. Paling tidak dilakukan bertahap. Khususnya di titik longsor arah lainnya, di dekat musala yang hilang saat banjir bandang,” katanya.

Menurut Halidah, selain membangun siring di tepi sungai Alat, Pemkab HST berjanji membangunkan jembatan permanen di lokasi yang sering diterjang arus sungai, dimana warga sudah 10 kali  gotong royong membangun jembatan darurat.

“Semoga, rencana itu terealisasi. Sebab, ini juga mendukung pariwisata River Tubing Meratus,” imbuhnya.

Jalan Desa Alat menghubungkan ke Desa Alat Seberang, Arangani dan Desa Datar Ajab yang memiliki anak desa, yaitu Rantau Parupuk dan Bayuana.

Baca juga: Takut Lubang Tambang Longsor, Beberapa Warga Bukitmulya Tanahlaut Kalsel Terpaksa Tinggalkan Rumah

Baca juga: Rumah Berdekatan Lubang Tambang, Warga Bukitmulya Tanahlaut Kalsel Tak Bisa Tidur Ketika Malam Hujan

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Covid-19 Tanbu Dibobol Maling, Pencuri Angkut Fasilitas Karantina

Jalan tersebut penting karena tiap hari dilewati warga di kawasan Pegunungan Meratus setempat untuk mengangkut hasil kebun, yaitu karet, sayuran, jengkol, keladi dan lainnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved