Ekonomi dan Bisnis

Petani Kelapa Sawit dari Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu Ikuti Pelatihan Teknis

Sebanyak 120 petani kelapa sawit dari Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru ikut pelatihan yang diadakan BPDPKS, PT SIB dan Disbunnak Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Pelatihan teknis budi daya kelapa sawit kepada petani di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (24/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 60 petani dari Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menjalani pelatihan pengembangan sumber daya nanusia perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan ini berlangsung selama enam hari di Banjarmasin, Kalsel, yakni 24-29 Juli 2022.

Pelatihan teknis tersebut diprakarsai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS), PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan). 

Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar, mengatakan, hingga saat ini ada kesenjangan antara produktivitas perkebunan sawit swasta besar dengan produktivitas perkebunan sawit milik petani atau pekebun.

Produktivitas kebun sawit petani masih rendah, hanya berkisar 2-3 ton per hektare, jauh di bawah perkebunan swasta besar yang mencapai 5-6 ton per hektare per tahun.

Baca juga: Petugas Gabungan di Kabupaten Tabalong Cek Kesehatan Ratusan Ekor Sapi

Baca juga: Dinas KP3 Kabupaten Balangan Targetkan 265 Sapi dalam Setahun untuk Kawin Suntik

“Rendahnya produktivitas perkebunan rakyat disebabkan pekebun kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan manajerial perkebunan. Mulai penggunaan bibit unggul bersertifikat hingga teknik budidaya dengan penerapan Good Agriculture Practice (GAP),” kata Andi Yusuf.

Karenanya, menurut Andi Yusuf, perlu peningkatan produktivitas diperlukan SDM yang mampu dan terampil dalam mengelola perkebunan rakyak, tata kelola kelembagaan yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan ( Disbunnak Kalsel), Suparmi, mengatakan,  hingga saat ini pelatihan teknis budi daya bagi pekebun sawit melalui kegiatan pengembangan SDM PKS terus dilakukan.

"Hal ini untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pekebun dan peternak di Kalsel dengan strategi memberdayakan di sektor hulu dan memperkuat sektor hilir," ujarnya. 

Pengembangan SDM perkebunan sawit difokuskan pada 2 kegiatan, yaitu pendidikan dan pelatihan.

Baca juga: BUMN Virama Karya Buka Lowongan Kerja, Dicari Untuk 9 Posisi Ini, Catat Syaratnya

Baca juga: Harga Minyak Goreng Hari Ini Minggu 24 Juli 2022 di Alfamart & Indomaret,Tinggal Pilih Mau Merek Apa

Pendidikan dilakukan melalui pemberian beasiswa dan penguatan kelembagaan pendidikan yang diberikan kepada pekebun, keluarga pekebun dan ASN yang bertugas di perkebunan kelapa sawit. 

Pelatihan dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis, manajerial, kewirausahaan dan pelatihan lainnya .

Saat ini fokus di Kabupaten Tanbu dan Kabupaten Kotabaru dengan 120 orang yang dibagi menjadi 2 kelas. Ditambah dengan peserta pelatihan ISPO berjumlah 68 orang, sehingga totalnya 188 orang. 

"Sementara ini tahap 1 dan 2 masih Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Harapan ke depan, semua daerah yang ada kebun kelapa sawitnya dapat peningkatan SDM melalui pelatihan seperti ini se Kalsel," harap Suparmi.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved