Berita Kabupaten Banjar

Wereng Hijau, Tungro dan Tikus Serang Tanaman Padi di Wilayah Kabupaten Banjar

Dinas Tanam Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Banjar bersama petani masih terus berupaya atasi hama wereng dan tikus, serta serangan tungro.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
DINAS TPH KABUPATEN BANJAR UNTUK BPOST
Penyemprotan tanaman oleh petani, dibantu Dinas Tanam Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebanyak 449 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terserang tungro.

Mayoritas ada di wilayah Kecamatan Gambut, Kertakhanyar, Sungai Tabuk dan Beruntung Baru.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Pertanian, Dinas Tanam Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Banjar, Zulkifli, Senin (25/7/2022), beberkan mengenai penyebabnya. 

Menurutnya, masih banyaknya sisa rimbangun batang padi menyebabkan hama tungro dari binatang wereng hijau membuat penyakit tersebut lekas menyebar.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi, Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid Sebut-sebut Kementerian Keuangan

Baca juga: Mardani Terancam DPO KPK, Mantan Bupati Tanbu Dinilai Tak Kooperatif

Kini, lanjutnya, petani tak bisa menghabiskan batang rimbangun karena larangan membakar bekas area sawah,  meski secara terkendali. Kondisi demikian membuat sampah rimbangun bertebaran dan menjadi sumber tungro.

Selain itu, sambung dia, tidak ada kemarau panjang telah membuat terjadinya ledakan hama penyakit pada tanaman padi. 

"Pada awal-awal tungro kemarin sudah ada 449 hektare lahan yang terserang. Sekarang, kami masih mendata jumlahnya karena tungro ini cepat sekali penyebarannya," urai Kepala DTPH Kabupaten Banjar ini.

Semenara itu, DTPH Kabupaten Banjar masih terus mengkoordinasikan petilugad pengendalian hama untuk menghitung jumlah lahan padi yang diserang tungro.

Baca juga: Gelaran MTQ Nasional Tinggal Dua Bulan, Pemprov Kalsel Belum Tunjuk Event Organizer

Baca juga: Lubang Tambang di Bukitmulya Tala Resahkan Warga, Kadis ESDM Kalsel : Pemprov Tak Punya Kewenangan

Baca juga: Sebarkan Video Asusila Bersama Anak di Bawah Umur, Pria Asal Kapuas Dibekuk Tim Resmob Macan Kalsel 

"Kami sudah berkali-kali melakukan pengendalian bersama petani, tapi tungro ini menyebar sangat cepat," tukasnya.

 

Pihaknya uga sudah melakukan pengendalian dengan meminta petani agar melakukan penyemprotan tanaman,  sehingga tungro bisa dikendalikan namun tak semua petani mau melakukan penyemprotan.

"Petani yang melakukan penyemprotan bisa menghilangkan hama tungro di tanamannya, seperti di daerah Gambut, ada yang berhasil," ujarnya.

Terkait jumlah lahan pertanian yang gagal panen karena tungro, Zulkifli mengatakan, juga masih belum mendata karena kini petani masih dalam masa tanam.

Baca juga: Terpergok Tuan Rumah, Seorang Pria Gagal Mencuri di Sungai Andai Kota Banjarmasin

Baca juga: Terekam CCTV, Begini Aksi Perempuan Curi Gawai di Sepeda Motor Saat Parkir Depan Kios di Banjarmasin

Pada saat kemarau basah sekarang, bukan hanya tungro yang jadi parasit bagi petani, namun juga hama tikus.

Bencana banjir rob yang terus terjadi di daerah pantai di Kecamatan Aluhaluh menjadikan tikus dengan cepat berkembang biak.

"Saat tidak ada kemarau panjang, tikus di lahan pertanian bisa berkembang biak secara normal. Sepasang tikus saja bisa melahirkan 1.250 ekor," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved