Kriminalitas Banjarmasin

Arisan Online Fiktif Banjarmasin, Penuntut Umum Nilai Tak Perlu Jawab Pembelaan Terdakwa Ame

Jaksa Penuntut Umum tak akan menanggapi pembelaan terdakwa arisan online fiktif Rizky Amalia alias Ame dalam sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Dua saksi korban perkara dugaan penipuan berkedok arisan online fiktif, dengan terdakwa Rizky Amalia atau Ame, saat memberikan kesaksian pada sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang atas kasus dugaan penipuan dengan terdakwa bandar arisan online di Banjarmasin, Rizky Amalia alias Ame, masih berlanjut di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Terkini, terdakwa Ame menyampaikan pembelaan kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut diketuai Heru Kuncoro pada sidang yang digelar Senin (25/7/2022).

Sambil terisak, terdakwa Ame meminta Majelis Hakim untuk memberikan vonis seringan-ringannya. 

Melalui penasihat hukumnya, Syahrani, terdakwa Ame juga meminta Majelis Hakim mempertimbangkan kondisinya yang memiliki anak masih usia 2 tahun dan juga tengah hamil 6 bulan.

Baca juga: Mardani H Maming Buron KPK, Bendahara Umum PBNU Kini Masuk Daftar Pencarian Orang

Baca juga: Kata Denny Indrayana Soal Keberadaan Mardani H Maming Kala Dijemput Paksa KPK, Hanya Beber Ini

Terpisah, atas pembelaan terdakwa kasus arisan online fiktif itu, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji, menilai tak perlu menyampaikan jawaban. 

Dalam pembelaan itu, menurut Radityo, terdakwa tak menyinggung terkait dalil dakwaan atau tuntutan yang telah disampaikan. 

"Tidak, kemarin cuma minta keringanan," kata Radityo dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (26/7/2022).

Karena itu, kata dia, pada sidang lanjutan Senin (1/8/2022) nantinya kemungkinan bakal dilaksanakan pembacaan vonis oleh Majelis Hakim. "Tinggal putusan aja," ujar Radityo.

Baca juga: Penyidik Polda Kalsel Usut Aset Bandar Arisan Tersangka Penipuan dan Penggelapan Inisial FB

Baca juga: Bharada E Akhirnya Penuhi Panggilan Komnas HAM, Bungkam dan Dijaga Ketat Mabes Polri

Sebelumnya, Penuntut Umum Kejari Banjarmasin menuntut terdakwa Ame dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan. 

Selain itu, terdakwa Ame juga dituntut membayar restitusi (ganti rugi) atas kerugian enam korban yang ditimbulkan karena perbuatannya. 

Dalam tuntutan itu, dirincikan total restitusi yang harus dibayarkan Ame kepada enam korban dalam berkas perkara ini,  yaitu sebesar Rp 628 juta lebih. 

Tuntutan itu didasarkan atas keyakinan Penuntut Umum bahwa terdakwa Ame telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan seperti didakwakan pada dakwaan pertama yakni Pasal 378 KUHP.

Baca juga: Dites Antigen, 358 Jemaah Haji Kloter Satu Embarkasi Banjarmasin Negatif Covid-19

Baca juga: Jemaah Haji Asal Tapin Meninggal di Mekkah, Disdukcapil Berikan Akta Kematian 

Sedangkan tuntutan terkait restitusi merupakan tuntutan pidana tambahan berdasarkan keputusan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang telah diterima oleh Penuntut Umum Kejari Banjarmasin.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved