Tajuk

Aktivitas Peti Tanggung Jawab Siapa?

Sewaktu-waktu, lubang-lubang bekas tambang ilegal di Desa Bukit Mulya Tlaa makin tergerus dan mengancam rumah yang warga.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Lubang raksasa akibat aktivitas tambang batu bara di dekat rumah warga Desa Bukit Mulya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PEMANDANGAN memiriskan hati terlihat di Desa Bukit Milya Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sejumlah warga setempat kini hidup tak tenang.

Lubang-lubang eks tambang batu bara tak berizin, berada dekat rumah tinggal mereka.
Jauhnya hanya belasan bahkan puluhan meter.

Sewaktu-waktu, lubang-lubang bekas tambang itu bisa makin tergerus dan mengancam rumah yang mereka tinggali.

Sejumlah RT di lingkungan desa pun terancam terisolasi karena akses yang terpotong oleh lubang dampak aktivitas tambang ilegal.

Sejatinya, kawasan setempat merupakan konsesi PT Arutmin Indonesia.

Perusahaan ini mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kabupaten Tala.

Area konsesinya di antaranya meliputi wilayah Desa Bukitmulya.

Perusahaan itu mengaku dirugikan dengan aktivitas peti.

Karena, cadangan batubara mereka menjadi berkurang akibat aktivitas tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved