Tajuk

Aktivitas Peti Tanggung Jawab Siapa?

Sewaktu-waktu, lubang-lubang bekas tambang ilegal di Desa Bukit Mulya Tlaa makin tergerus dan mengancam rumah yang warga.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Lubang raksasa akibat aktivitas tambang batu bara di dekat rumah warga Desa Bukit Mulya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021). 

Ada apa gerangan? Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dirilis beberapa waktu lalu menyebutkan, sampai kuartal III 2022 terdapat lebih dari 2.700 lokasi Peti di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.600-an lokasi merupakan pertambangan mineral dan 96 lokasi merupakan tambang batu bara.

Maraknya Peti menandakan lemahnya sistem pengawasan oleh pemerintah.

Setidaknya ini terlihat dari jawaban Kadis ESDM Provinsi Kalsel yang mengaku kini tak punya kewenangan soal tambang.

Kewenangan tersebut, telah diambil alih oleh pemerintah pusat.

Sementara, inspektur tambang di daerah hanya memiliki tugas terhadap aktivitas tambang legal.

Persoalan seperti ini, harusnya dievaluasi.

Masyarakat saat ini telah terbukti merasakan dampaknya.

Harus ada aksi nyata dari pemerintah daerah dan aparat berwenang untuk memastikan fungsi pengawasan ini berjalan sehingga tak ada lagi masyarakat jadi korban. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved