Fikrah

Tahajud Mengangkat Derajat di Sisi Allah

Kita tidak tahu apakah pelaksanaan shalat yang kita lakukan sudah sesuai dengan apa yang kehendaki Allah SWT.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEBAGAIMANA kita ketahui bersama bahwa rukun islam itu ada lima. Pertama mengucap dua kalimah syahadat, kedua mendirikan shalat, ketiga puasa ramadhan, keempat membayar zakat dan kelima naik haji ke Mekkah bagi yang mampu.

Dalam melaksanakan shalat, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Asshala imaduddin faman aqmaha faqad aqamaddin waman taraqaha faqadhadamaddin. Artinya barang siapa yang mendirikan shalat, sungguh dia mendirikan agamanya dan barang siapa meninggalkannya sungguh dia telah menghancurkan agamanya.”

Kita tidak tahu apakah pelaksanaan shalat yang kita lakukan sudah sesuai dengan apa yang kehendaki Allah SWT. Nanti, di hari kiamat yang pertama sekali diperhitungkan di sisi Allah SWT adalah shalat. Nabi SAW bersabda, “awwalu mayuhasabubihil abdu yaumal qiyamati asshalatu, fain shaluhat shaluha saairu amalih wain fasadat fasada sairu amalih. Artinya jika shalat seseorang baik, maka baik seluruh amalannya; tetapi jika sekiranya shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalannya.”

Lalu ketika shalat kita diperiksa oleh malaikat, terdapat ada yang tidak sempurna, maka Allah SWT menyuruh malaikat untuk memeriksa amalan kita, adakah kita melaksnakan shalat sunat. Dengan shalat sunat itu shalat kita yang kurang sempurna disempurnakan dengan shalat sunat itu. Tetapi apabila tidak ada, maka bolong lah shalat kita atau tidak sempurna.

Allah SWT berfirman, “Dirikanlah shalat bila gelincir matahari (itulah dia shalat zuhur dan asar), ila gasyaqil laili sampai gelap malam (itulah dia shalat magrib dan isa), wa qur’anal fajri inna qur’anal fajri kaana masyhuda dirikanlah shalat subuh. Bacaan Alquran di waktu shalat subuh disaksikan oleh para malaikat.

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda, ‘’Man shallalgadata summa qaada yazkurullaha hatta tatlu’asyamsu summa shalla rak’ataini qaanat lahu kaajri hajatin wa omratin tammah, tammah, tammah. Artinya barang siapa yang melaksanakan shalat subuh berjemaah di rumah Allah (masjid, langgar, surau) maka kepadanya diberikan pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna. Shalat sunat dimaksud adalah shalat yang dikatakan shalat sunnat israq. Kemudian barulah ia pulang ke rumahnya orang yang demikian telah mengantungi pahala haji dan umrah yang sempurna. Nanti setelah tiba di rumah, lalu ia melaksanakan shalat sunnat duha enam rakaat dengan tiga kali salam. Barulah sesudah itu ia pergi bekerja, pekerjaan apapun yang halal.

Allah SWT berfirman, “faija kudiatisshalatu, fantasyiru fil ardhi wabtagu minfadlillah la’alakum tuflihun. Artinya apabila telah selesai shalat dikerjakan, maka bertebaranlah di muka bumi untuk mencari karunia Allah dan banyak-banyaklah berzikir kepada Allah SWT semoga kalian menjadi orang-orang beruntung.

Dalam mencari rezki perhatikanlah sumber rezki yang halal, baik materinya atau cara mencarinya, rezki yang tidak halal akan merusak rezki kita yang disediakan Allah secara halal dan rezki yang tidak halal itu apabila kita konsumsi baik untuk diri kita sendiri atau untuk anak istri yang menjadi tanggungan kita maka semua itu akan mengundang jilatan api nerakan, Na”uzubillah.

Apabila rezki yang tidak halal itu diinfaqkan atau diwakafkan, maka tidak diterima oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, ”innama yatakabbalallahu minal muttaqin. Artinya yang diterima Allah adalah sedekah dan infaq dari orang-orang yang bertakwa. Apabila harta yang tidak halal itu dibawa naik haji maka ketika orang yang berhaji itu mengatakan labbaikallahuma labbaik, Allah menjawab la labbaik wala sa’daik zaduka haram wamasyrabuka haram wamal basuka haram. Artinya tidak ada penerimaan bagi engkau dengan hajimu ini dan tidak ada kebahagian bagi kamu karena berbekalanmu haram, pakaianmu haram dan makananmu haram.

Maksud berzikir sesudah shalat sunnat subuh untuk menunggu terbitnya matahari (Isyraq) adalah dengan membaca Alquran, bershalawat dan beristigfar sebanyak-banyaknya. Dalam shalat tahajud, dianjurkan sebelumnya membaca akhir surah Ali-Imran dari Innafi halqissama watiwal Ard sampai akhir surah dan dianjurkan memandang kepada alam semesta atau langit.

Dalam shalat tahajud itu doa-doa yang dipanjatkan pertama permohonan ampun kepada Allah, kedua permohonan akan segala hajat yang diperlukan dalam hidup dunia dan akhirat, ketiga dianjurkan pula shalat hadiah buat kedua orangtua kita, dan kakek nenek kita yang telah mendahului kita, dan yang terakhir ditutuplah pelaksanaan tahajud dengan witir tiga rakaat dua kali salam.

Upayakanlah pada setiap malam jangan bolong daripada bertahajud karena dengan tahajud merupakan shalat napilah atau tambahan yang akan mengangkat derajat kita di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman, asayabasaka rabbuka maqamammahmuda. Dengan tahajud ini Allah pasti akan mengangkat derajatmu di sisi Allah SWT. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved