Bumi Selidah

Tak Hanya Baris Berbaris, Paskibraka Batola Dibekali Sejumlah Pengetahuan

Sejak dilakukan seleksi pada Februari 2022 lalu, 39 peserta terpilih sebagai anggota Paskibraka Batola

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Hamdan Prima, Sekjen DPD KNPI Barito Kuala saat menjadi pemateri tentang kepemudaan pada kegiatan karantina Paskibraka Batola 2022, Sabtu (30/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sejak dilakukan seleksi pada Februari 2022 lalu, 39 peserta terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Per 27 lalu hingga 18 Agustus mendatang, seluruh peserta dikarantina untuk menjalani pendidikan dan pelatihan

Disampaikan Widya, Sub Koordinator Kepemudaan Disporbudpar Batola, dari 39 peserta, 20 di antaranya puteri dan 19 lainnya putera. sesuai dengan juknis dari pihak Provinsi Kalsel. 

"Jadi untuk teknis penjaringan, tahun ini sedikit berbeda. Kita menggunakan sistem rangking berdasarkan hasil tes dan seluruh peserta merupakan perwakilan dari 17 kecamatan se-Batola," ungkap Widya, Sabtu (30/7/2022). 

Selain mengenai Peraturan Baris Berbaris (PBB), sejumlah materi pendukung selama karantina juga disampaikan. 

Seperti tentang kepemudaan, wirausaha, sosialisasi bahaya narkoba hingga tentang bahaya pernikahan dini di kalangan remaja. 

"Tujuan dari penambahan beberapa materi ini agar peserta memiliki nilai lebih seusai mengikuti kegiatan ini," tambah Widya. 

Sementara itu, dikemukakan Hamdan Prima, Sekjen DPD KNPI Barito Kuala yang turut sebagai pemateri, ada dua poin penting yang dipaparkan dalam membekali para peserta Paskibraka kali ini. 

"Pada kesempatan ini dua hal yang kami sampaikan, yakni tentang pentingnya organisasi kepemudaan dan kiprah pemimpin muda," bebernya. 

Tidak lain, lanjut Hamdan, materi ini sebagai pemupuk asa para pemuda untuk berjuang demi kemajuan bangsa, menjunjung tinggi persatuan dan menjaga kemajemukan adat dan budaya.

Adapun terkait materi kewirausahaan, bidang ini disampaikan oleh Tri Fatimah, wirausaha muda Batola yang berhasil merengkuh sejumlah penghargaan melalui kerajinan anyaman purun. 

Baginya, purun adalah bagian daripada kekayaan Batola, sehingga muda-mudi harus kenal secara utuh dan mampu turut melestarikannya. 

"Karena purun sendiri telah cukup mendunia. Jadi dayang kalau anak muda Batola tidak melek, lebih bagus lagi bisa turut mengembangkan produknya," pungkas Tri. (AOL) 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved