Cara Unik Petani Batilai Usir Monyet
Cara Unik Petani Batilai Tala Usir Monyet, Lahan Terkelilingi 'Es' Semerah Darah
Sejak beberapa bulan silam Petani di Batilai Tala mengaplikasikan 'es' beraura merah darah guna mengamankan tanamannya dari risiko serangan monyet.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jika bagi sebagian petani teramat kesulitan mengusir hama monyet, tak demikian bagi Muhammad Arifin.
Petani di Desa Batilai, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini menemukan cara mudah dan murah mengusir hama berbadan besar itu.
Data dihimpun banjarmasinpost.co.id, petani lainnya di Tala yang juga kerap direpotkan oleh hama monyet di antaranya di Trans Plasma Desa Ujungbatu, Kecamatan Pelaihari.
Lalu di Desa Salaman dan Riamadunan di Kecamatan Kintap.
Baca juga: Cara Unik Petani Batilai Tala Usir Monyet Liar, Gantung Plastik Beraura Darah
Sejak beberapa bulan silam Arifin mengaplikasikan 'es' beraura merah darah guna mengamankan tanamannya dari risiko serangan monyet.
Ia cuma menggunakan sumba merah yang dituangkan ke dalam air putih lalu mengemasnya ke dalam plastik es lilin warna transparan.
Kemasan 'es' beraura darah itu ia gantung mengeliling lahannya yang berada di belakang rumahnya.
Namun tak semua area lahannya ia pajangi dengan barang pengusir monyet itu.
"Cukup yang berdekatan dengan pohon nira yang rimbun saja yang saya pajangi cairan pengusir monyet itu yakni di sisi kanan dan belakang lahan saya," sebut Arifin.
Di sisi kanan lahan Arifin tersebut memang berupa pepohonan aren yang tinggi yang terselubungi rerimbunan semak.
Baca juga: Cara Unik Petani Batilai Tala Usir Monyet Liar, Arifin Gunakan Air dan Pewarna Merah
Karenanya kerap menjadi tempat persembunyian monyet liar.
Arifin menuturkan sebenarnya lebih bagus jika mengelilingi semua lahan dengan cairan pengusir monyet tersebut.
Tapi tentu diperlukan lebih banyak bahan (sumba dan kantongan es).
Sejak ia memajang benda itu di sisi kanan dan belakang lahan pertaniannya, tak ada lagi monyet yang datang mendekat.
"Monyet itu kan takut warna merah darah. Mungkin dikira yang bergelantungan di tali itu adalah darah sehingga monyetnya tak mau mendekat lagi," sebut Arifin.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/MUHAMMAD-ARIFIN-mengecek-benda-pengusir-monyet-di-lahan-taninya.jpg)