tajuk

Tangan Kaki Bicara

Rakyat Indonesia mengamati perkembangan hasil forensik, yang dilakukan Komnas HAM dan sejumlah institusi lainnya terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah

Editor: Eka Dinayanti
Handover via TribunJambi.com
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J semasa hidup. Kini kasus penembakannya di rumah Irjen Ferdy Sambo jadi sorotan. Kuasa hukum membeberkan soal luka di tubuh Brigadir Yosua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - AKAN datang hari, mulut dikunci, kata tak ada lagi. Akan tiba masa, tak ada suara, dari mulut kita.

Berkata tangan kita, tentang apa yang dilakukannya. Berkata kaki kita, kemana saja dia melangkahnya.

Inilah petikan lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" buah karya penyanyi Chrisye dan penyair Taufiq Ismail pada 1997.

Lagu ini sepertinya cocok dengan apa yang belakangan ini ramai dibicarakan rakyat negeri ini.

Rakyat Indonesia tengah fokus mengamati perkembangan hasil forensik, yang dilakukan tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan sejumlah institusi lainnya terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Kematian ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersebut dinilai banyak kalangan janggal.

Kasus ini semakin ramai jadi bahasan karena melibatkan seorang petinggi Polri.

Sejumlah dokter forensik dari berbagai institusi memeriksa ulang jenazah Yosua dan ujung rambut hingga ujung kaki untuk melacak penyebab kematiannya.

Komnas HAM pun melacak langkah Yosua hingga menemui kematian.

Tak banyak hal yang bisa dikatakan Polri. Harus diakui, hal ini karena tingkat kepercayaan terhadap polisi dalam kasus ini tengah diragukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved